Islam – Benarkah Rasulullah Membolehkan Jimat

Image

Oleh : Abu Akmal Mubarok

Ada yang menulis di dumay ini bahwa jimat atau azimat diperbolehkan dengan mengutip hadits Rasulullah s.a.w. riwayat Muslim (hadits ini populer digunakan semua situs yang menjual jimat dan isim) yaitu sebagai berikut :

Dari Auf bin Malik al-Asja’i, ia meriwayatkan bahwa pada zaman Jahiliyah, kita selalu membuat azimat (dan semacamnya). Lalu kami bertanya kepada Rasulullah, bagaimana pendapatmu (ya Rasul) tentang hal itu. Rasul menjawab, ”Coba tunjukkan azimatmu itu padaku. Membuat azimat tidak apa-apa selama di  dalamnya tidak terkandung kesyirikan.” (H.R. Muslim No. 4079).

Hadits ini kita jumpai pada shahih muslim sebenarnya adalah sebagai berikut :

: قَالَ الْأَشْجَعِيِّ مَالِكٍ بْنِ عَوْفِ عَنْ أَبِيهِ جُبَيْرٍ عَنْ بْنِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ عَنْ صَالِحٍ بْنُ مُعَاوِيَةُ أَخْبَرَنِي وَهْبٍ ابْنُ اأَخْبَرَنَا لطَّاهِرِ أَبُو حَدَّثَنِي

(م لمس ٤٠٧٩) شِرْكٌ فِيهِ يَكُنْ لَمْ ا بِمَالرُّقَى بَأْسَ لَا رُقَاكُمْ عَلَيَّ اعْرِضُوا فَقَالَ ذَلِكَ تَفِيرَى كَيْفَ اللَّهِ رَسُولَ يَا فَقُلْنَا الْجَاهِلِيَّةِ فِي نَرْقِيكُنَّا

Telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir; Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Mu’awiyah bin Shalih dari ‘Abdur Rahman bin Jubair dari Bapaknya dari ‘Auf bin Malik Al Asyja’i dia berkata : “Kami biasa melakukan ruqyah pada masa jahiliyah. Lalu kami bertanya kepada Rasulullah s.a.w. : “Ya Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang ruqyah ? ‘ Jawab beliau: ‘Peragakanlah ruqyahmu itu ke padaku. Ruqyah itu tidak ada salahnya selama tidak mengandung syirik” (H.R. Muslim No. 4079)

Hadits yang senada terdapat pada hadits berikut :

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib; Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah; Telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir; dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melarang melakukan mantera. Lalu datang keluarga ‘Amru bin Hazm kepada beliau seraya berkata; ‘Ya Rasulullah! Kami mempunyai mantera untuk gigitan kalajengking. Tetapi Anda melarang melakukan mantera. Bagaimana itu? ‘ Lalu mereka peragakan mantera mereka di hadapan beliau. Sabda beliau: ‘Ini tidak apa-apa. Barangsiapa di antara kalian yang bisa memberi manfaat kepada temannya hendaklah dia melakukannya.’ (H.R. Muslim 4078)

Perlu diketahui bahwa ruqyah adalah bacaan yang dibacakan pada orang sakit medis maupun non medis seperti terkena sihir, hasad mata (‘ain) atau karena gangguan jin. Ruqyah ini ada dua macam. Ruqyah syar’iyyah ialah bacaan doa yang syar’iy yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w. atau para sahabat, atau dari ayat-ayat Al-Qur’an. Sedangkan ruqyah syirkiyyah adalah bacaan yang syirik yaitu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, mengandung kata-kata kemusyrikan, kebathilan, penyebutan nama-nama asing (terkadang disisipi nama raja jin) namun karena dalam bahasa arab orang kita tidak paham dll.

Kata “ruqyah” dalam hadits sering diterjemahkan juga sebagai mantera atau jampi-jampi. Namun karena mantera dan jampi-jampi itu konotasinya klenik dan mistik, maka agar tidak disalahpahami, ruqyah jangan diterjemahkan dengan mantera atau jampi-jampi melainkan cukup ruqyah saja. Adapun mantera dan jampi-jampi itu kita sepakati sebagai terjemahan dari ruqyah syirkiyyah (yang syirik). Saat ini pun istilah ruqyah saja sudah cukup banyak yang paham dan konotasinya adalah ruqyah yang islami / syar’iyyah.

Namun yang jelas kata ruqyah ini tidak pas jika diplesetkan atau diterjemahkan sebagai jimat atau rajah. Jimat dalam bahasa arab istilahnya tamimah. Istilah jimat, berbeda sama sekali dan masyarakat sudah mafhum bahwa jimat itu adalah sesuatu yang digantungkan dan dipercayai memiliki kekuatan perlindungan, keberuntungan dsb.

Adapun jimat (tamimah) jelas-jelas dilarang oleh Rasulullah s.a.w.

Telah menceritakan kepada kami Abdushshamad bin Abdil Warits Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muslim Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu Manshur dari Dukhain Al Hajr dari Uqbah bin Amir Al Juhani, bahwa ada serombongan orang datang menemui Rasulullah s.a.w.  lalu beliau membaiat sembilan orang dari mereka dan menahan satu orang. Maka para sahabat pun bertanya, “Wahai Rasulullah, engkau baiat sembilan orang dan engkau biarkan orang ini!” Beliau menjawa: “Orang itu mengenakantamimah ( jimat).” Beliau kemudian memasukkan tangannya dan memutus tamimah (jimat) orang itu.lalu beliau membaiatnya dan bersabda: “Barangisapa yang menggantungkan tamimah (jimat) maka ia telah berbuat syirik.” (H.R. Ahmad 16781)

Lalu bagaimana mungkin dikatakan bahwa ruqyah itu sama dengan tamimah (jimat)?

Telah menceritakan kepada kami Ayyub bin Muhammad Ar Raqi telah menceritakan kepada kami Mu’ammar bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Bisyr dari Al A’masy dari ‘Amru bin Murrah dari Yahya bin Al Jazzar dari puteri saudarinya Zainab isterinya Abdullah, dari Zainab dia berkata, “Seorang wanita tua menemui kami hendak meruqyah dari penyakit demam. Dan kami memiliki dipan yang panjang kaki-kakinya, dan apabila Abdullah hendak masuk maka ia akan berdehem dan bersuara. Suatu hari ia masuk, ketika wanita tua itu mendengar suaranya, maka ia bersembunyi. Kemudian Abdullah datang dan duduk di sampingku dan membelaiku, ternyata ia menyentuh suatu jahitan benang, maka dia berkata, ‘Apa ini? ‘ Aku lalu menjawab, ruqyah (faqultu ruqyii), di dalamnya terdapat tulisan untuk pengobatan penyakit demam.” Abdullah lalu menariknya dengan paksa, kemudian ia putus dan membuangnya seraya berkata, “Sungguh saat ini keluarga Abdullah telah melakukan kesyirikkan, saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya ruqyah (yang syirik), jimat (tama-im) dan pelet (tiwalah) adalah syirik” (H.R. Ibnu Majah No. 3521)

Adapun ruqyah memang ruqyah itu diperbolehkan dan Rasulullah s.a.w. pun sering me-ruqyah orang yang terkena penyakit :

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Ishaq bin Ibrahim Berkata Ishaq; Telah mengabarkan kepada kami dan berkata Zuhair dan lafazh ini miliknya; Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A’masy dari Abu Adh Dhuha dari Masruq dari ‘Aisyah dia berkata; “Apabila salah seorang di antara kami sakit, Rasulullah s.a.w. mengusapnya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengucapkan: ‘Adzhabil ba’sa rabban naas, wasyfi, Anta Syaafi walaa syifaa illa syifaauka, syifaa-an laa yughaadiru saqaman.’ (‘Wahai Rabb manusia, singkirkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah ia Karena hanya Engkaulah yang bisa menyembuhkannya, tiada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak akan menyebabkan penyakit lagi).(H.R. Muslim No. 4061)

Rasulullah s.a.w. juga biasa membacakan ruqyah pada orang yang terkena penyakit gila :

Dari ubai bin Ka’ab berkata : Pada suatu waktu aku pernah bersama Rasulullah SAW lalu datanglah seorang arab maka ia berkata : “Wahai Nabiyullah sesungguhnya saya memiliki seorang saudara yang sakit”. Rasulullah bertanya : “Apakah penyakitnya?” Ia menjawab : “Sakit gila” Rasulullah berkata : “Bawalah ia kesini” Lalu orang yang sakit itu didatangkan ke hadapan Rasulullah, maka Nabi membaca doa perlindungan kepadanya dengan surat Al Fatihah dan empat ayat pertama dari Al-Baqarah, ayat 163 dan 164, satu ayat ke-18 dari surah Ali Imran, satu ayat dari Al-A’raf yang berbunyi inna rabbakumullahulladzii.. (ayat 54), lalu satu ayat dari surah Al Mukminun (ayat 116) satu ayat dari surah Al jin (ayat 3) satu ayat dari surat Al-hasyr dan dua surah perlindungan (Al Falaq & An-Naas) kemudian laki-laki yang sakit itu berdiri seakan-akan tidak pernah ragu dengan dirinya (H.R. Ibnu Hibban dalam Majma’u Az Zawaid V/115)

Ruqyah syar’iyyah tidak mungkin terlarang karena hal itu adalah salah satu yang diajarkan oleh Allah SWT melalui malakat Jibril ketika beliau s.a.w mengalami sakit.

Dari Abu Sa’id Al-Khudhri r.a., Jibril mendatangi Nabi SAW, lalu berkata, “Wahai Muhammad apakah engkau mengeluh rasa sakit?” Beliau menjawab, “Ya!” Kemudian Jibril ( meruqyahnya ), “Bismillahi arqika, min kulli syai’in yu’dzika, min syarri kulli nafsin au ‘aini hasidin, Allahu yasyfika, bismillahi arqika” ( “Dengan nam Allah aku meruqyahmu, dari segala hal yang menyakitimu, dan dari kejahatan segala jiwa manusia atau mata pendengki, semoga Allah menyembuhkan kamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu”) ( H.R. Muslim )

Adapun hadits-hadits yang menceritakan tentang pelarangan terhadap ruqyah dan orang yang meruqyah, maksudnya adalah ruqyah (bacaan) yang syirik atau ruqyah syirkiyyah

Telah menceritakan kepadaku Ishaq telah menceritakan kepada kami Rauf bin Ubadah telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dia berkata; saya mendengar Hushain bin Abdurrahman dia berkata; saya berdiri di samping Sa’id bin Jubair lalu dia berkata; dari Ibnu Abbas r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: Ada tujuh puluh ribu orang dari umatku yang masuk surga tanpa hisab, yaitu yang tidak meminta diruqyah (pengobatan dengan jampi-jampi, atau mantera), tidak berfirasat sial karena melihat burung dan hanya bertawakkal kepada Tuhan mereka. (H.R. Bukhari No. 5991)

Dari Zainab binti Mu’awiyah Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya ruqyah (jampi-jampi), tamimah (jimat) dan tiwalah (pelet) adalah syirik.” (H.R. Ahmad No. 3433)

Imam al-Munawi menjelaskan hadits di atas, menggunakan ruqyah (yang syirkiyyah), tamimah (jimat) dan tiwalah (pelet pengasihan) dianggap syirik sebagaimana dalam redaksi hadits, karena hal-hal di atas yang dikenal di zaman Rasulullah sama dengan yang dikenal pada zaman jahiliyah yaitu ruqyah (yang tidak syar’iyyah), jimat dan pengasihan yang mengandung syirik. Atau dalam hadits, Rasulullah s.a.w. menganggap ruqyah adalah syirik karena menggunakan barang-barang tersebut berarti pemakainya meyakini benda-benda itu mempunyai pengaruh (ta’tsir) yang bisa menjadikan syirik kepada Allah.

Dan Rasulullah s.a.w tidak melarang seseorang melakukan ruqyah

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Sa’id Al Asyaj keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir dia berkata; “Seorang laki-laki dari keluarga kami digigit kalajengking. Dan Nabi s.a.w. melarang telah melarang ruqyah. Kemudian orang itu menemui Rasulullah s.a.w. seraya berkata; “Ya, Rasulullah! engkau telah melarang mantera, sedangkan aku bisa mengobati dengan ruqyah dari gigitan kalajengking. ‘Jawab beliau : ‘Siapa yang sanggup di antara kalian menolong saudaranya, hendaklah dilakukannya.’ Dan telah menceritakannya kepada kami ‘Utsman bin Abu Syaibah dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A’masy melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa” (H.R. Muslim 4077)

“Dari A’isyah r.ah, dia berkata: Rasulullah SAW telah memerintahkan kami agar meruqyah orang yang terkena gangguan ‘ain (H.R. Muttafaqun ‘alaih)

Benarkah Sahabat Menggantungkan Jimat ?

Salah satu dalil yang populer digunakan orang-orang yang menghalalkan jimat adalah mendasarkan diri pada riwayat  yang menceritakan bahwa sahabat Nabi bernama Ibnu Umar r.a. pernah menggantungkan jimat pada anak-anaknya.

Abdullah bin Umar r.a. mengajarkan bacaan tersebut kepada anak­-anaknya yang baligh. Sedangkan yang belum baligh, ia menulisnya pada secarik kertas, kemudian digantungkan di lehernya. (At-Thibb An-Nabawi, hal 167).

Jika kita perhatikan baik-baik bahwa ibnu umar mengajarkan bacaan (ruqyah) yaitu bacaan doa yang diajarkan Rasulullah s.a.w. sedangkan pada anak-anaknya yang masih kecil dan belum baligh maka doa tsb digantungkan agar mudah dihafal oleh anak-anaknya.

Doa mana yang diajarkan oleh Ibnu Umar r.a. pada anak-anaknya? Jika kita lihat Dalam Kitab At-Thibbunn-Nabawi, Al-Hafizh Al-Dzahabi menyitir sebuah hadits doa yang diajarkan Rasulullah s.aw. ialah sebagai berikut :

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr telah menceritakan kepada kami Isma’il bin ‘Ayyasy dari Muhammad bin Ishaq dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian terbangun dalam tidur hendaknya ia mengucapkan; a’udzuu bilkalimatillahit taamati min ghadabihi wa syarri ‘ibadihi wa min hamazaatisy syayaathiina wa an-yadhuruun (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaanNya dan dari kejahatan para hambaNya serta dari bisikan syetan dan dari kedatangannya kepadaku.” (H.R. Tirmidzi No. 3451)

Abu Isa berkata, hadits ini adalah hadits hasan. Jadi apa yang dijadikan dalil bagi dibolehkannya menggantung jimat di atas adalah sama sekali jauh dari anggapan itu. Sedangkan Rasulullah s.a.w secara jelas melarang menggantungkan jimat baik berupa tulisan maupun benda-benda

Telah menceritakan kepada kami Abu Abdirrahman telah mengabarkan kepada kami Haiwah telah mengabarkan kepada kami Khalid bin Ubaid dia berkata, saya mendengar Misyrah bin Ha’an berkata, saya mendengar Uqbah bin Amir berkata, “Saya mendengar Rasulullah s.a.w.  bersabda: “Barangsiapa mengantungkan Tamimah (jimat) niscaya Allah tidak akan menyempurnakannya untuknya. Dan barangsiapa mengantungkan Wada’ah (sejenis rumah kerang/siput) maka Allah akan menelantarkan baginya.” (H.R. Ahmad dalam Musnad nya No. 16763)

Dan bila Rasulullah s.a.w. menjumpai orang yang menggunakan jimat akan menyuruh melepaskannya

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abu Al Khashib telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Mubarak dari Al Hasan dari ‘Imran bin Al Hushain, bahwa Nabi s.a.w. melihat gelang dari kuningan di tangan seorang laki-laki, maka beliau bertanya: “Apakah maksud dari gelang ini?” laki-laki itu menjawab, “Ini adalah wahinah (sejenis jimat).” Beliau bersabda: “Lepaslah, karena itu tidak akan menambahmu melainkan kesengsaraan.”  (H.R. Ibnu Majah No. 3522)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Madduwaih, telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Musa dari Muhammad bin Abdurrahman bin Abi Laila dari saudaranya Isa ia berkata: “Suatu ketika aku menjenguk Abdullah bin Ukaim Abu Ma’bad Al Juhani dan wajahnya berwarna kemerahan karena sakit, lantas kami pun berkata, “Tidakkah engkau menggantungkan sesuatu (di lehermu untuk menyembuhkanmu).” Ia menjawab, “Kematian lebih dekat dari itu.”Nabi s.a.w. pernah bersabda: “Barang siapa yang menggantungkan sesuatu di badannya, maka Allah akan membiarkannya bergantung pada jimatnya. (H.R. Tirmidzi No. 1998)

Dikutip dari: benarkah-rasulullah-s-a-w-membolehkan-jimat/

Ternyata banyak yang berdusta atas nama Rasulullah, #Naudzu billahi minDzaalik.

Contoh nyata:

Berikut adalah dusta yang dibuat2 demi penghalalan penggunaan jimat.

http://peperonity.com/go/sites/mview/kitab.mafahim.al-mushahhah/36163464

 

 

Islam – Dalil Larangan Penggunaan Jimat

Pengertian azimat/tamimah adalah suatu benda atau tulisan yang diyakini punya kekuatan ghoib .

Tidak boleh memakai jimat karena umumnya larangan yang telah disampaikan Rasulullah, “Barangsiapa yang bergantung kepada jimat, maka Allah tidak akan menyempurnakan (kesehatannya).” (HR. Ahmad clan alHakim). 

Juga riwayat lain, “Barangsiapa yang memakai jimat, maka sungguh ia telah syirik.” (HR. Ahmad clan al-Hakim, dan dishahihkan al-Albani). Dan riwayat lain, “Barangsiapa yang meng-gantungkan sesuatu, maka ia diserahkan pada benda tersebut.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan alHakim). 

Simaklah sikap tegas yang ditunjukkan Rasulullah saat menghadapi orang yang menjadikan suatu benda sebagai jimat, yang diyakini bisa menyembuhkan penyakit yang ia derita. Imran bin Hushain berkata, “Rasuiullah pernah melihat seorang laki-laki yang di lengannya ada ikatan (tali) yang katanya untuk menghindari penyakit kuning. Rasulullah bertanya, `Celaka kamu, apa ini?’ la menjawab, `Ini jimat’. Rasulullah bersabda, `Sesungguhnya benda itu tidak menambahmu kecuali kamu menjadi semakin lemah. Lepaskanlah dan singkirkanlah darimu. Karena jika kamu mati dan benda itu masih bersamamu, maka kamu tidak akan beruntung selamanya’.” (HR. Ahmad, no. 19149 dan no. 3522, dan dishahihkan adz-Dzahabi).

Di riwayat lain, ‘Uqbah bin Amir al-Juhani berkata, “Telah datang sekelompok orang ke Rasulullah. Rasulullah mem¬bai’at sembilan dari mereka dan menyisakan satu orang. Mereka bertanya, `Wahai Rasulullah, engkau membai’at kami semua, kenapa kau sisakan satu orang ini. Rasulullah bersabda, `Ia memakai jimat’. Maka Rasulullah mengulurkan tangannya dan memotong jimat tersebut. Lalu bersabda, “Barang siapa memakai jimat, maka sungguh ia telah syirik.” (HR. Ahmad dan Hakim, dan dishahihkan al-Albani).

Dalam riwayat lain, Ruwaifi’ bin Tsabit berkata, “Rasulullah bersabda, “Wahai Ruwaifi’, semoga umurmu memanjang setelah kematianku. Beritahukanlah kepada semua manusia bahwa barang siapa yang mengikat jenggotnya (mengepang), menggantungkan jimat, beristinja’ (bersuci) dengan kotoran binatang atau tulang¬nya, maka sesungguhnya Muhammad (Rasulullah) telah berlepas diri darinya.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i, serta dishahihkan al-Albani).

Lalu simaklah juga sikap tegas generasi Rasulullah, saat ia melihat ada jimat di rumahnya dan sedang dipakai istrinya. Abdullah bin Utbah berkata, “Zainab, istri Abdullah bin Mas’ud berkata, Ada seorang wanita tua datang untuk menjampi-jampiku dari suatu penyakit. Di rumah kami ada ranjang yang panjang. Dan Abdullah bin Mas’ud bila mau masuk, biasanya berdehem atau bersuara. Pada waktu itu aku mendengar suaranya, lalu aku merapikan pakaianku. Ia duduk di sampingku, dan tangannya menyentuh tali yang aku kenakan. Ia bertanya, Apa ini?’. Aku menjawab, `Dengannya aku dijampi-jampi dari sakitku’. Maka ia pun menariknya dan memutusnya lalu membuang-nya. Ia berkata, `Keluarga Abdullah sekarang telah bebas dari syirik.’ Aku berkata, `Pada suatu hari, aku keluar dan ada si Fulan yang melihatku, setelah itu mataku langsung berair. Apabila aku dijampi-jampi, air yang keluar itu berhenti, tapi jika aku biarkan, ia terus berair. Ia berkata, `Itulah ulah syetan’. Apabila kamu menaatinya (dengan melakukan jampi-jampi), ia meninggalkanmu. Apabila kamu memaksiatinya (tidak melakukan jampi-jampi), ia menusuk kedua matamu dengan jarinya. Dan jika kamu melaksanakan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah, maka itu akan lebih baik bagimu, dan kamu layak untuk sembuh. Cipratkanlah air ke matamu dan bacalah, `Hilangkanlah rasa sakit wahai Tuhan manusia, sembuhkanlah wahai Yang Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali darimu, kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit’.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan al-Albani).
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hudzaifah, bahwa ia melihat seorang laki–laki di tangannya ada benang untuk mengobati sakit panas, maka dia putuskan benang itu seraya membaca firman Alloh ta’ala,
“Dan sebagian besar dari mereka itu beriman kepada Alloh, hanya saja mereka pun berbuat syirik (kepada – Nya).” (QS. Yusuf: 106) 

Hudzaifah memahami bahwa tamimah merupakan kesyirikan oleh karena itu beliau membawakan firman Alloh di atas untuk mendalili kesyirikan tersebut. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barang siapa menggantungkan sesuatu barang (dengan anggapan bahwa barang itu bermanfaat atau dapat melindungi dirinya), niscaya Alloh menjadikan dia selalu bergantung kepada barang tersebut.” (HR. Imam Ahmad dan At Tirmidzi). Hadits ini menunjukkan bahwa pengguna tamimah akan terlantar dan tidak mendapatkan pertolongan Alloh, ini bukti bahwa tamimah sangat tercela.

Dinukil dari tulisan: perdana.akhmad

Dampak Nasional Sihir Mahabbah

Kutipan dari Blog Post Ust. NAI:

Alhamdulillah, tulisan ini saya susun setelah melakukan penelitian dan experimen langsung ke lebih dari 10 pasien di berbagai kota di Jakarta, Makassar, Bandung, Bogor, Palembang, Martapura, Lampung dll. Dari semua pasien yang telah diteraphy dengan metode “Ruqyah Syar’iyyah Aktif”, saya menyimpulkan bahwa sihir ini adalah kejahatan seksual yang terselubung yang mengakibatkan depresi tinggi, penyakit kulit akut, kegilaan hingga “perceraian” yang mempengaruhi kehidupan sosial negeri ini. Dalam hal ini semua muslimah perlu mewaspadai, dan semua praktisi ruqyah syar’iyyah perlu memahami karakteristik dan penanganannya secara serius.

CIRI-CIRI GANGGUAN SIHIR MAHABBAH

  1. Gelisah dan sulit tidur menahun, dalam kondisi akut pasien baru bisa tidur diatas jam 2 malam atau tidak tidur sama sekali selama berhari-hari bahkan hingga 2 minggu berturut-turut.
  2. Perubahan emosional menjadi sangat pendiam dan pemarah terutama membangkang kepada Ibu dan membenci semua keluarga yang menasihati atau menghalangi proses kejahatan.
  3. Sesak nafas saat shalat dan membaca Al Qur’an, dalam kondisi akut tidak bisa menghafal Al Qur’an sama sekali.
  4. Panas di daerah dada dan vagina, dalam kondisi akut pasien menjadi Hypersex.
  5. Mimpi buruk dan selalu didatangi laki-laki secara berulang-ulang, dalam kondisi akut korban akan mendatangi rumah pelaku sihir.
  6. Paranoid, dalam kondisi akut pasien menganggap laki-laki itu  (termasuk suami) menakutkan dan membahayakan lalu ia hanya menganggap laki-laki itu hanya satu; “pelaku sihir” atau seseorang yang mengirim sihir agar mencintainya sebagai satu-satunya lelaki.
  7. Depresi berat, mengurung diri dikamar dan tidak mau diganggu. Dalam kondisi menahun hingga terjadi linglung dan kegilaan.
  8. Sering minta cerai dengan alasan tidak jelas (ingat mantannya terus) dan membangkang kepada suami, dalam kondisi parah hingga terjadi penolakan untuk melakukan hubungan seksual dengan suami (pasien melihat suami jadi menakutkan) hingga ia mengunci kedua pahanya baik secara sadar atau terjadi refleks.
  9. Jomblo menahun (tidak mau menikah, atau sulit menikah hingga usia lebih dari 40 tahun), jika berhasil menikah maka ancaman perceraian sangat besar.
  10. Effect sihir mengena semua anggota keluarga yang beriman lemah dan tidak bertauhid, perlahan-lahan keluarga membencinya kecuali semua hal yang mengijinkan terjadinya kejahatan.
Sihir mahabbah atau sihir Cinta ini di daerah jawa tengah dan timur dikenal dengan “pengasihan” dan di daerah jawa barat dikenal dengan “pelet”. Sihir jahat ini biasanya dianggap hal kecil oleh pelaku namun sesungguhnya adalah kejahatan besar yang pelakunya pantas mendapatkan hukuman pancung jika hukum yang Haq dinegeri ini tegap berdiri.
Pelaku sihir biasanya mendatangi dukun, melakukan ritual syaitan (berupa wirid atau puasa bid’ah) atau mendatangi dukun agar wanita atau lawan jenis yang disukainya datang bertekuk lutut dihadapannya. Sayang sekali, karena kebodohan ummat, seorang suami kadang menggunakan pengasihan agar istrinya tidak selingkuh atau sebaliknya dan seperti firman Allah dalam surah Al Jin ayat 6 “jin itu tidak akan menolong, malah menambah dosa dan kesalahan” hingga terjadi perceraian.
Kebodohan ini tidak terjadi di kalangan dewasa saja, seorang remaja SMA di bandung melakukan sihir pada pacarnya hingga ia gila dan hypersex untuk kesenangannya. Bagi ia ini adalah sederhana, namun bagi wanita dan keluarganya ini adalah musibah!!

EXPERIMEN KE LEBIH DARI 10 PASIEN

1. Pasien pertama, inisial “S” di Bandung.

Beliau seorang guru, berusia 25 tahun, berjilbab dan telah tunangan dengan seroang hafidz Qur’an. Setelah kena sihir ini, ia menjadi linglung dan mendatangi paranormal jelek dan terkutuk untuk memuaskan nafsunya. Ia sering dipukuli, ditendang, di lempar dari motor, diancam dengan pisau bahkan berkali-kali diperkosa namun tetap datang.
Lebih jahat lagi, kejahatan ini terjadi dirumah tukang sihir dan disaksikan istrinya. Seperti disebutkan di point no 10 diatas, sihir ini teramat jahat hingga istri si paranormal dan ibu korban mengizinkan hal ini terjadi didepan matanya.
Pasien sembuh total dari kelinglungannya setelah diteraphy selama 6 kali, termasuk ruqyah rumah oleh saya sendiri. 6 Bulan dari masa kesembuhan, pasien aktif melakukan ruqyah mandiri dan masih merasakan serangan yang dahsyat.

2. Pasien ke 2, di Martapura

Ia disihir guru ngajinya sejak SMP hingga ia lulus SMA sekarang, masyarakat menganggap ia remaja nakal karena sering main ke rumah guru ngajinya. Pasien tidak sadar apa yang terjadi setelah masuk kerumah guru ngaji, dan ia mengaku (maaf) celana dalamnya suka hilang atau lepas di tempat yang tidak ia ketahui.
Setelah kejahatan sang guru itu hampir terbongkar, remaja malang ini dibuat semakin parah hingga ia melepas jilbabnya dan memakai celana pendek dan menyapa sang guru didepan umum hingga masyarakat berbalik membenci korban.

3. Pasien ke 3, berinisial NT 22 tahun di Bandung.

Ia disihir pacarnya sendiri agar selalu mencintainya, setelah sadar ia memutuskannya dan berhenti bekerja untuk kemudian pulang kerumah bersama ibunya. Ia merasakan panas luarbiasa disekitar kemaluan dan dada, juga berpenyakit wasir.
Dalam 4 kali teraphy selama 4 hari, pasien merasakan sakit fisik disekujur tubuhnya hilang dan kembali normal (kecuali jin yang bersarang di leher, terlihat dari sakit yang belum hilang didaerah tersebut).
Sifat membangkangnya kambuh lagi ketika sampai dirumah (sihir diletakan dirumah, padahal semua pemberian pacarnya sudah saya bakar untuk memusnahkan sihirnya). Sihir ini sulit musnah karena sang ibu masih ikut manaqiban dan ritual bid’ah dan dzikir sufi lain. Kabar terakhir dia kembali linglung dan ingin pergi dari rumah.

Catatan:

Saat teraphy, saya tekan di lebih dari 5 titik di punggung bagian bawah (penyebab wasir), rusuk dada bagian kiri bawah (penyebab panas didada), leher (penyebab suara aneh seperti ular dan membangkang), dan paha (rumah utama jin mahabbah).  Saat saya sentuh di leher, ia berubah menjadi ular dan seakan ingin menerkam saya (sorot mata tajam, menggigit bibir, mendesis, dan kadang gigi saling menggigit).

4. Pasien ke 4, inisial FT 23 tahun, Jakarta.

Ia disihir mantannya, 3 kali teraphy; 2 kali di tempat pelatihan dan 1 kali kantor Rehab Hati bogor. Jin sulit keluar dari tubuhnya meski ia aktif melakukan ruqyah mandiri karena orang tuanya masih syirik (menyimpan keris, tombak dan pisau pusaka turunan).

Catatan:

Sihir mahabbah ini memerlukan kerjasama untuk menuntaskannya; peruqyah, pasien itu sendiri dan keluarganya. Dalam kondisi diatas, pasien belum menikah jadi simpul sihir ada di Ayah. Jika ayahnya belum bertaubat dari kesyirikan, maka jin akan semakin kuat sehebat apapun usaha peruqyah.

5. Pasien ke 5, inisial DA 20 tahun di Bandung.

Remaja malang ini sudah 3 tahun sulit tidur malam, hingga ia punya aktifitas sendiri di malam hari. Dan 2 minggu terakhir sebelum teraphy tidak bisa tidur sama-sekali hingga ia memakai softlens dimatanya karena malu sama teman-temannya. Disekujur tubuhnya (kecuali tangan dan wajah) tersebar eksim ganas dan gatal. Semua keluarga membenci dan membiarkannya.
Alhamdulillah saya merasa bahagia sekali kedatangan beliau yang dibawa temannya ke kantor Rehab Hati Bandung. Ia bisa merasakan kembali nikmatnya tidur pulas setelah 3 tahun tidak tidur, di teraphy hari pertama. Di hari ke 2 gatalnya mulai hilang dan bercak hitam yang membekas ditubuhnya mulai hilang perlahan. Saat diteraphy bahkan gatal itu hilang total namun kembali menggila setelah pulang kerumah.
Sihir sulit hilang karena keluarga tidak percaya akan sihir ini dan tidak ada usaha sama sekali terhadap putrinya.

6. Pasien ke 6, usia 35 Tahun di Bandung.

Ia sudah sakit selama 8 tahun, pernah diterapy oleh praktisi HI selama 1 tahun dan bertambah parah. Diteraphy 2 kali di kantor rehab Hati dan ada perubahan, setidaknya ia bisa mengobati sakit gatalnya dengan metode usapan (membacakan Al Fatihah dan meniupkan ke telapak tangan) titik gatal hilang seketika.

Catatan:

Pasien sulit belum sembuh total karena “simpul sihir” di anaknya (usia 13 tahun) masih dalam kondisi kesyirikan, anaknya ikut ektrakurikuler tenaga dalam reiki di sekolahnya dan punya jurus pamacan juga 3 susuk di tubuhnya. Effect dari kolaborasi 3 kelompok jin di tubuh anaknya membuat si anak sering membentak ibu dan berkali-kali dikeluarkan disekolah. Bahkan saat diteraphy anak usia SMP itu berusaha menerkam saya, dan terpental jatuh.
Suami korban tercengang saat ke dua jin dalam tubuh anak dan istrinya adu mulut. Ia baru sadar bahwa kesibukannya melalaikan ia dari keluarga hingga mereka dikuasai jin bertahun-tahun. Saya sangat sedih ketika melihat ayah tidak berdaya dibentak anaknya (diajak berantem) yang berusia belasan.

7. Pasien ke 7 berinisial R, 23 Tahun. Bandung

Sudah menikah dan dikaruniai anak mungil (1,5 tahun).
Usia pernikahan baru 2 tahun, dan diganggu sihir mahabbah (dari mantan pacar suaminya) sejak akad nikah.
Belakangan diketahui mantan pacarnya yang tidak rela atas pernikahan itu menyewa 3 dukun. Juga diketahui dari informasi jin bahwa jin-jin itu di kontrak selama 6 tahun. Alhamdulillah kontrak batil itu berhasil diputuskan dan banyak jin-nya yang masuk Islam dalam teraphy di kantor Rehab Hati dan ruqyah mandiri dirumah. Wallahu’alam.

Catatan;

Keluarga polda ini alhamdulillah sembuh total dan menjadi garda tauhid RHQH, jin yang menyerang suami istri dan mencoba memecah belah pernikahan itu gagal. Ada hal yang unik ketika berkali-kali menteraphy beliau, jin dalam tubuh itu menginformasikan bahwa ada jin di tubuh anaknya. Jin itu menginformasikan bahwa jin itu dimasukan seseorang saat ritual bid’ah (diminumkan air kelapa muda untuk penjagaan) beberapa bulan setelah dilahirkan.

8. Pasien ke 8, Mahasiswi 26 Tahun (Initial dirahasiakan), Bandung.

Pasien ini memutuskan pacarnya setelah ia menyadari kebejatannya. Ia diperkosa entah berapa kali semasa ia kuliah 6 tahun terakhir ini, hingga saat ini ia masih kuliah smester terakhir di UNPAD.
Pasien ini depresi berat, sering mengurung diri dikamar, merasa linglung, mata berkabut, takut keluar rumah hingga setiap pergi kuliah diantar. Dalam satu kali teraphy di Kanto Rehab Hati alhamdulillah sakit diseluruh tubuh hilang, takut kepada peruqyah hilang, mata menjadi terasa terang benderang.
Namun sihir kembali setelah pulang kerumah, setelah saya teliti ternyata beliau dan keluarga tidak mengerjakan saran saya (Melakukan Ruqyah Mandiri).

Catatan:

Ruqyah untuk Depresi ini diperlukan keahlian, peruqyah dituntut cerdas. Saya, Alhamdulillah berhasil mengkolaborasikan Hypnoteraphy dengan SEFT. Hypnoteraphy untuk mempengaruhi pasien agar rileks dari takut dan ketegangan akutnya saat melihat lawan jenis dan SEFT untuk menekan titik-titik kesadaran pasien yang sulit atau tidak mendengarkan sama-sekali ayat ruqyah yang dibacakan.

9. Pasien ke 9, PR 35 Tahun Jakarta.

Pasien ini sudah diceraikan suaminya tanpa kesalahan, ia merasakan sakit di belikat, pergelangan dan jari kaki serta dibawah lutut. Dalam kondisi akut hingga tidak bisa jalan.
Alhamdulillah untuk pertama kalinya, semua titik sakit itu hilang melalui bimbingan ruqyah lewat HP dengan metode hembusan nafas pembuang penyakit. Saat proses “Teraphy” dilakukan, ia merasakan lima jari kakinya ada yang mencengkram..

Catatan unik:

Ia pernah berkonsultasi ke tukang pijat, dan tukang pijat itu marah-marah dan berkata; “Kenapa tidak memberi tahu bahwa ini bukan sakit biasa?”. Tentu saja pasien kebingungan, karena ia hanya tahun bahwa sakit itu akibat keseleo. Tapi tukang pijat itu mengaku mual-mual saat pertama kali menyentuh kakinya. 🙂

10. Pasien ke 10

Beliau adalah putri dari keluarga Hafidz Qur’an, dan memiliki sekolah islam terpadu di Jakarta. Semua keluarganya dididin untuk menjadi Hafidz sejak kecil dan salah satu dari mereka hafal Al Qur’an 20 Juz di usia belasan.
Sayang sekali, seperti disebutkan di point 10 sihir ini menyerang semua anggota keluarga yang tauhidnya lemah. Atau pengetahuan tentang ilmu ruqyah-nya lemah atau bahkan nol. Terbukti, 2 dari anggota keluarga itu bereaksi saat diruqyah. Ibunya pun mengakui kehebatan ruqyah saat ia mempraktikan sendiri bahwa suara yang selalu memanggilnya ditengah malam itu hilang setelah ruqyah rumah, juga ada cicak mati berkepala tokek dirumah.
Pasien ini pernah menendang peruqyah yang mencoba meteraphynya, beliau juga pernah ditangani ust Fadlan dan ust Abdul Rouf (Jakarta).
Dalam teraphy pertama, jin mahabbah itu mengaku dikontrak slama 50 tahun dengan pasukan 1000 jin dalam tubuh. Ayah pasien menangis tersedu saat mengetahui anaknya yang aneh (linglung) dan tubuhnya dipenuhi kutil (benjolan daging) diseluruh tubuh sejak SMA hingga sekarang dikarunia dua anak ini adalah pekerjaan sihir.
Selain itu pasien sering emosional, dan ia sering melihat tulisan-tulisan arab seperti wahyu diangkasa seakan dia adalah seorang nabi. Ini terjadi baik di alam mimpi atau diantara sadar dan tidak sadar.
Setelah diteraphy selama hampir 3 jam, jin didalam tubuhnya mulai melemah dan menangis namun belum bisa dikeluarkan. Alasan pertama, pelaku sihir sudah mati dan sihir ini saya simpulkan dendam jin atau memang kontrak kerja jin dalam buhul masih aktif. Rencananya akan diterapy lanjutan, insya Allah.

Catatan Unik;

Coba lakukan ujicoba ruqyah (setidaknya melakukan selfh healing dengan salah satu metode ruqyah mandiri dalam catatan “10 Tehnik Mutakhir Ruqyah Mandiri” yang telah saya publikasi secara luas di internet) kepada penyakit-penyakit ganas dan menahun untuk semua jenis, jadikan ruqyah sebagai metode pengobatan pertama bukan al ternatif setelah tidak ada pilihan.

11. Pasien ke 11. Nenek usia 63, Palembang

Dalam teraphy, jin ditemukan di leher (ia menjerit keras, meneriaki peruqyah) ketika ditekan dileher. Setelah jin keluar ia menangis dan minta maaf sama suaminya yang berusia 70 tahun. Ia sering membangkang dan memarahai suami sejak usia 40, dan lebih parah diusia lansia ini ia sering minta cerai.

12. Pasien ke 12, Nenek usia 58, Jakarta.

Ia terkena sihir mahabbah setelah menolak dinikahi orang Badui13. Pasien ke 13, Palembang.
Selalu ingat mantannya dan membantah kepada suami, sering merasa sakit hati jika dinasihati suami. Dalam teraphy jin dalam tubunya mengaku bahwa ia penyebab wanita itu selalu ingat mantannya dan membuat anaknya hyperaktif.Banyak sekali pasien-pasien yang tidak bisa saya tulis semua, karena keterbatasan ingatan saya. Namun saya menyimpulkan bahwa konpirasi syaitan dalam diri manusia dengan jin mahabbah ini sangat jahat dan perlu diwaspadai, semoga kasus perceraian di indoneisia berkurang dengan pendidikan tauhid masyarakat melalui dakwah effective dengan ruqyah syariyyah ini.

METODE PENGOBATAN SIHIR MAHABBAH

1. TERAPHY BERJANGKA

“Ujian itu sulit, dan bukan ujian namanya jika kita sudah mengetahui jawabannya”.
Dalam hal ini buktikanlah dengan melakukan “teraphy berjangka”, tentukan kapan antum ingin sembuh; 1 Minggu, 1 Bulan atau 1 Tahun lagi, atau 10 Tahun lagi?
Jika ingin sembuh dalam satu bulan tentu usahanya beda dengan ingin sembuh 1 tahun kedepan, jadikanlah ia sebagai azzam atau niat yang kuat untuk sembuh, semoga ianya mejadi do’a dan motivasi.
Setelah menentukan masa teraphy maka mulailah untuk melakukan hal berikut:

1. Memperkokoh Tauhid

Ketika pertama kali kita menyadari bahwa penyakit ini adalah sihir, maka yang pertama harus diingat adalah merenungkan apakah ini “Ujian”, “Musibah”, “Peringatan” atau “Azab” dari murkanya Allah.
Jika itu adalah peringatan atau bahkan azab dari murkanya Allah, maka upayakan hati untuk tetap tunduk dan bersyukur, mensyukuri bahwa murka Allah ini masih ditimpakan di dunia dan kita masih diberi kesempatan untuk mentaubatinya.
Perkokoh tauhid dan tinggalkan kesyirikan, tegapkan kembali shalat dan semua ritual sunnah selama masa teraphy berjangka ini.

2. Dzikir Pembakar

Dzikir atau mengingat Allah adalah bisa dilakukan dengan berbagai hal, baik itu dzikir dengan melapalkan asma-nya ataupun dengan bergabung di majlis ilmu selama teraphy berjangka ini.
Untuk membakar sihir, disarankan untuk kembali ke sunnah. Yaitu dengan melakukan dzikir-dzikir yang disunahkan secara ISTIQAMAH terutama selepas subuh dan permulaan malam selepas maghrib dan Isya.
Diantaranya adalah:
– Membaca dzikir standard; Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahuakbar masing-masing 33 kali selepas shalat 5 waktu.
– Membaca “Lailaha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wahua ala kulli sayyiing qadir” sebanyak 100 kali selepas subuh dan maghrib atau sepanjang hari.
– Membaca “Hasbunallah wanikmal wakiil nikmal maula wanikmannasiir” sebanyak 7 kali, Rasulullah pernah bersabda jika membaca ini niscaya “Allah mencukupinya” dari keamanan, rejezeki dan keamanan. insya Allah.
– Membaca ayat ruqyah dengan niat pembentengan hati; Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nass setiap selesai shalat.

3. Dilarang Kecewa

Cobalah upayakan untuk menutup malam dengan berwudhu dan kebaikan.
Karena seperti sabda Rasulullah saw; bahwasannya ketika kita tidur ada dua mahluk Allah yang berlomba yaitu malaikat dan syaitan, jika malam seorang hamba ditutup dengan kebaikan maka malaikat akan menemaninya hingga subuh dan jika ditutup dengan keburukan maka syaitan akan menemaninya hingga pagi.
Ikhwatal iman, kecewa kepada Allah adalah satu kedurhakaan dari kebodohan kita yang tidak tahu syukur. Maka hindarilah, dan tutuplah malam dengan penuh kesyukuran, minta perlindungan Allah dan bacakan beberapa Ayat Al Qur’an semisal ayatul kursy sebagai perlindungan.

4. Qiyamullail..
Upayakan bangun malam, dan shalat 2 rakaat. Karena Rasulullah saw pernah bersabda; bahwasannya ketika kita tidur syaitan memukul kita dengan 3 ikatan di kepala dan punggung. Saat kita bangun dan dzikir tengah malam, satu ikatan itu lepas, dua ikatan lagi akan lepas saat kita wudhu dan shalat, dengan demikian kita akan terbangun dipagi hari dengan jiwa yang sehat, segar dan kuat.Sebaliknya, jika tidak satu pun hal diatas dilakukan maka kita akan malas dipagi hari, dan sperti dalam sabdanya yang lain “syaitan akan mengencingi telinga orang yang tidur semalaman tanpa shalat”.

2. RUQYAH SYARIYYAH

Datangilah para peruqyah yang syar’ie, jangan mendatangi dukun karena dukun hanya akan menambah insentitas jin dalam tubuh dan menambah murka Allah.

3. RUQYAH MANDIRI

Selain teraphy berjangka, coba lakukan ruqyah mandiri yang sudah ditulis di website saya; www.nai-foundation.com. Jangan banyak berkonsultasi, lakukan ruqyah mandiri. Ingat sabda Rasulullah Sholallahu alaiyhi wa sallam “Ikhtiarlah wahai hamba Allah, sesungguhnya semua penyakit itu ada obatnya!”.
Salah satu dari 10 tehnik mutakhir untuk menuntaskan sihir ini adalah dengan ruqyah rumah, karena sihir ini biasanya terletak dirumah. Caranya ambil segalon air putih dan bacakan surah Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nass, Albaqarah 255, Al A’raaf 117-122, Yunus 81-82 dan Taha 69. Minum, mandikan dan cipratkan keseluruh rumah sambil membacakan Ayat Kursy. Agar lebih effective bacakan ayat ruqyah itu masing-masing 11 kali dan gunakan untuk 11 hari pertama, ambil setiap hari sebanyak 1,5 liter (minum 2 gelas, 2 gelas campur ke bak mandi dan 2 gelas lagi campur dengan air se ember dan cipratkan).
Lakukan hingga sembuh total. Biidznillah…

SARAN UNTUK PERUQYAH

Setelah melakukan penelitian langsung dilapangan ini, saya menemukan beberapa catatan yang insya Allah bermanfaat untuk semua rekan-rekan peruqyah di Arsy.

1. Jin bersarang di paha kanan atau kiri.
Mereka jarang bereaksi saat dibacakan, coba tekan di daerah paha dengan menggunakan balpoint atau telunjuk dengan seizin pasien dan disaksikan mahramnya.Jika berteriak dan kesakitan lalu mengaku bahwa pasien itu sendiri merasa sakit (misalnya dengan berkata: “Aaaa…sakit….sakit, ini saya reni.. sudah hentikan sakit…!!”) maka itu dusta dan itu adalah jin yang menguasai pasiennya. Terangkanlah kepada pendampingnya.Jika sulit menerangkan, maka sadarkan pasien dengan menekan dibawah hidung (tempat tumbuh kumis), dan sebut namanya hingga ia sadar total. Dan tekan lagi, insya Allah pasien tidak akan merasa sakit sama sekali dalam kondisi sadar. Lalu lanjutkan untuk menyiksa pasien hingga jin itu keluar atau minta ampun.

2. Metode SEFT untuk Pasien Depresi Akut.  
Kadang pasien ketakutan (menyangka kita orang jahat)Maka lakukan teknik hypnoteraphy sederhana untuk memasuki alam bawah sadarnya dan lakukan sugesti positif agar mendengarkan dan fokus ke bacaan ayat Ruqyah (sebagai catatan, ini hanya metode keahlian peruqyah bukan metode ruqyah).Jika belum ahli (dalam konseling) seperti metode diatas, maka lakukan metode SEFT (spiritual emotional freedom technique) , yaitu menekan titik-titik kesadaran manusia di titik seft sambil membacakan ayat ruqyah. Lakukan tapping atau ketukan sebanyak 7 kali atau lebih di daerah berikut:Setelah ada perkembangan kesadaran, maka lakukan ruqyah biasa.

3. LATIH PASIEN DAN KELUARGANYA UNTUK MELAKUKAN RUQYAH MANDIRI
Paksa pasien agar melakukan ruqyah mandiri dan tidak bergantung sama peruqyah, lakukan ruqyah 1 sampai 4 kali dan selanjutnya sarankan untuk melakukan atau memilih “10 Metode Mutakhir Ruqyah Mandiri” yang telah ditulis.

Semoga Allah meridhai para peruqyah yang sedang berjuang untuk menegakkan kembali Tauhid di negeri ini.

Salam Tauhid,
NURUDDIN AL INDUNISSY
(Author, Motivator & Trainer Rehab Hati Indonesia)