Serba-serbi KPK, Mari Kita Berantas Korupsi di Sekitar Kita

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau pada masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan praktek mafia hukum di lingkungannya. Laporan bisa dilakukan lewat SMS, email, fax, atau layanan online KPK.

Layanan telepon bisa melalui nomor 021- 25578389, fax 021-52892454, SMS 08558575575, email: Pengaduan@kpk.go.id atau melalui alamat kantor Direktorat pengaduan KPK PO Box 575, Jakarta 10120.

“Atau yang tercepat bisa melalui layanan KPK online di http://www.kpk.go.id,” kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin, lewat pesan singkat, Kamis (14/1/2010).

Jasin kembali mengimbau agar masyarakat mau melaporkan dugaan markus ke KPK. Jangan sampai ada ketakutan karena setiap pelapor akan dijaga kerahasiaannya.

“Masyarakat jangan takut melaporkan pada pimpinan KPK, bila ada orang yang membujuk atau memaksa dan memeras dengan dalih bisa mengurus untuk menghentikan perkara atau bisa menyelesaikan kasus atas nama KPK,” pintanya.

Selain itu, masyarakat juga bisa langsung berkoordinasi dengan dengan polisi setempat untuk langsung menangkap si pemeras tersebut.

Sebelumnya Ketua MK Mahfud MD mengaku mendapatkan laporan dari seseorang mengenai adanya dugaan praktik penyuapan dan pemerasan yang terjadi di lingkungan KPK.

Dalam data yang dia pegang, terdapat data berupa tanda bukti penyerahan, waktu dan tempat berlangsungnya transaksi itu. Termasuk kepada siapa saja uang tersebut diserahkan.

Mahfud telah menyerahkan penemuannya itu pada Satgas Mafia Pemberantasan Hukum.

Sumber : http://id.news.yahoo.com/dtik/201001…a-51911aa.html

Source: thesix @ http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3144545

Advertisements

KEBANGKITAN EKONOMI INDONESIA DI TAHUN 2020 — CIA data

Ini jadi jamannya Iqbal dan Alya ya, insya Allah

menurut data dari national intelligence council US dan CIA indonesia bakal
mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat ditahun 2020..
bahkan pertumbuhannnya bisa melampaui beberapa negara-negara dieropa
pada tahun 2020.

pertumbuhan ekonomi indonesia bisa mencapai 6-7% menurut data tersebut.
cina saat ini aja udah 9%an..berarti kemajuan ekonomi indonesia bakal sangat
pesat..didata itu juga ditunjukkin kalo indonesia juga brazil bakal
menjadi negara yang berpengaruh terhadap
perekonomian asia dan juga dunia.

pertumbuhan ekonomi indonesia menurut para ahli juga ga lepas dari pertumbuhan
penduduk indonesia yang bakal meningkat pesat, dan ini
bakal menarik minat investor asing untuk
menginvestasikan modalnya
di indonesia dengan buruh yang murah.
tapi jangan takut, karena nantinya MNC (multinational Corporation..contoh:unilever, freeport,dll)
justru akan tunduk pada pemerintahan kita dan
profil mereka yang lebih ramah pada budaya dan
keadaan dinegara kita.kenapa? karena kebutuhan
produksi mereka yang harus
bisa menuhin distribusi keseluruh dunia dengan cepat,
so solusinya adalah negara dengan penduduk
banyak dan bisa cepet memproduksi barang.

pertumbuhan ekonomi indonesia tersebut juga memacu tumbuhnya banyak megacities di indonesia.wow..

peta geopolitikpun akan berubah dan indonesia bakal diuntungin dengan keadaan tersebut.

NILAI STRATEGIS INDONESIA (SELAT MALAKA, SUNDA DAN LOMBOK)

dari seminar saa beberapa minggu lalu, ada beberapa selat diindonesia yang sampai saat ini jadi rebutan AS ama China. salah satunya selat malaka.

’’Selat Malaka merupakan jalur perdagangan penting.
AS ingin terlibat dalam penjagaan keamanan di Selat Malaka
dari piracy terrorism. Sebab, Amerika khawatir
keamanan energi mereka diganggu
di Selat Malaka,’’
itu kata mbak nurani chandrawati (pengamat politik dari UI)

ditambah lagi, selat malaka merupakan
jalur termurah dan terdekat untuk
distribusi minyak dari Timur tengah ke jepang dan korsel
yang merupakan sekutu AS.kalo jalur ini keganggu..
hubungan dagang antar dunia pun terganggu!!!!!!

selat sunda dan lombok, juga jadi nilai strategis
indonesia (liat peta diatas)
karena memang jalur tersebut merupakan
jalur distribusi pengapalan minyak dan juga
pedagangan yang amat sangat strategis,.
so..Indonesia bisa meningkatkan nilai tawar-menarnya dikancah internasional.dan menjadi salah satu negara
yang disegani.tentunya dibawah pemerintahan yang benar.

jalur-jalur diatas juga sangat bernilai bagi Cina,
kalo Cina kerjasama ama indonesia, berarti tamatlah AS..kalo AS yang nguasain, Cina bakal ketar-ketir.
yang jelas jalur tersebut bisa jadi jalur “preman”,hehehe.
artinya tiap kapal tanker pengangkut minyak lewat, kita pajak!!!
karena mau gak mau, suka gak suka..mereka harus bayar..karena ini jalur
yang paling murah, dari pada disuruh muter..

yang jelas, malaysia ga akan berani macem2 lagi
kalo fungsi dari ketiga selat ini nantinya udah di manfaatin sebesar-besarnya..
jadi jangan takut ama malaysia!!

sekarang tinggal gimana kita para generasi muda,
ikut membangun dan mendukung pemerintahan untuk
tetep dijalur yang benar!!

indonesia..pilih mana?china ato Amerika?

Spoiler for ni datanya dari NIC dan CIA :

The
economies of other developing countries,
such as Brazil and Indonesia, could
surpass all but the largest European
economies by 2020.

At the same time, other changes are
likely to shape the new landscape. These
include the possible economic rise of
other states—such as Brazil, South
Africa, Indonesia, and even Russia—
which may reinforce the growing role of
China and India even though by
themselves these other countries would
have more limited geopolitical impact.
Finally, we do not discount the possibility
of a stronger, more united Europe and a
more internationally activist Japan,
although Europe, Japan, and Russia will
be hard pressed to deal with aging
populations.

Other Rising States?

Brazil, Indonesia, Russia, and South
Africa also are poised to achieve
economic growth, although they are
unlikely to exercise the same political
clout as China or India. Their growth
undoubtedly will benefit their neighbors,
but they appear unlikely to become
such economic engines that they will
be able to alter the flow of economic
power within and through their regions—a key element in Beijing and
New Delhi’s political and economic
rise.

Experts assess that over the course of
the next decade and a half Indonesia
may revert to high growth of 6 to 7
percent, which along with its expected
increase in its relatively large population
from 226 to around 250 million would
make it one of the largest developing
economies. Such high growth would
presume an improved investment
environment, including intellectual
property rights protection and openness
to foreign investment. With slower growth
its economy would be unable to absorb
the unemployed or under-employed labor
force, thus heightening the risk of greater
political instability. Indonesia is an
amalgam of divergent ethnic and religious
groups. Although an Indonesian national
identity has been forged in the five
decades since independence, the
government is still beset by stubborn
secessionist movements.

The
economies of other developing countries, such as Brazil, could surpass all but the largest European countries by 2020; Indonesia’s economy could also approach the economies of individual European countries by 2020.

—China, India, and perhaps others such as
Brazil and Indonesia—have the potential to render obsolete the old categories of East and West, North and South, aligned and nonaligned, developed and developing. Traditional geographic groupings will increasingly lose salience in international relations. A state-bound world and a world of mega-cities, linked by flows of telecommunications, trade and finance, will co-exist. Competition for allegiances will be more open, less
fixed than in the past.

Increased labor force participation in the global economy, especially by China, India, and Indonesia, will have enormous effects, possibly spurring internal and regional migrations. Either way it will have a large impact, determining the relative size of the world’s greatest new “megacities”
and, perhaps, act as a key variable for political stability/instability for decades to come.

To the degree that these vast internal migrations spill over national borders—currently, only a miniscule fraction of China’s 100 million internal migrants end up abroad—they could have major repercussions for other regions, including Europe and North America.

Most of the increase in world
population and consumer demand
through 2020 will take place in today’s
developing nations—especially China,
India, and Indonesia—and
multinational companies from today’s
advanced nations will adapt their
“profiles” and business practices to the
demands of these cultures.

buat data lengkap kunjungin aja

http://www.foia.cia.gov/2020/2020.pdf

http://geopolitikenergi.files.wordpress.com

source: groundman @ http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1202345

Sepintas Sepertinya Memang Golput Masih Lebih Baik Ternyata

Jangan Salahkan Taufiq Kiemas Belepotan Melantik SBY

taufik kiemas sby budiono yusuf kalla president20 Oktober 2009 berlangsung kurang ’smooth’. Secara umum, sumber masalah pelantikan SBY terjadi karena Ketua MPRRI 2009-2014, Taufik Kiemas (TK) beberapa kali keliru menyebutkan nama dan jabatan serta urutan protokoler. Ada banyak kesalahan yang dilakukan TK ketika memimpin Sidang Pelantikan SBY-Boediono, padahal ia hanya membaca teks yang telah disediakan.

Kesalahan-kesalahan Taufiq Kiemas dalam sidang pelantikan SBY-Boediono:
Lupa menyebut kehadiran Wapres Jusuf Kalla (diulang)
Lupa menyebut kehadiran Mantan Presiden RI ke-3 BJ Habibie (satu-satunya mantan presiden yang hadir) (diulang)
Salah menyebut jabatan BJ Habibie dan salah menyebut nama BJ Habibie “Bapak Profesor Jusuf Baharuddin Habibie†yang mestinya Bapak Profesor Baharuddin Jusuf Habibie.
Dua kali salah menyebut nama lengkap SBY pada akhir sidang pelantikan. Dia menyebut ‘Haji Susilo Doktor Bambang Yudhoyono’. Lalu, beberapa saat kemudian TK kembali salah menyebut “Haji Doktor Susilo Bambang Yudhoyono†dengan “Haji Doktor Susilo Yudhoyono“.

Setidaknya itulah kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh TK. Setiap kesalahan pembacaan yang dilakukan tentu membuat hadiran tertawa, termasuk Pak Habibie yang tertawa lebar ketika TK salah menyebut nama lengkapnya. Lihat video. Hal ini tentunya cukup membuat kita malu, terlebih yang hadir adalah tokoh-tokoh besar, para duta dari luar negeri dan bahkan pimpinan negara sahabat. Terlebih acara ini menjadi sorotan dunia yang di berbagai media asing.

Usia yang sudah 69 tahun tentu bukan alasan satu-satunya TK salah membaca. Pada hari yang sama, dalam salah satu kesempatan TK berusaha menyalahkan teks yang dibacakan karena tulisannya terlalu kecil . Namun, keesokannya TK secara sportif mengatakan bahwa kesalahannya yang terjadi pada sumpah jabatan SBY-Boediono karena kekurangan dirinya.

“Dalam sambutan saya kemarin ada yang salah ucapan. Saya tidak bermaksud untuk mengolok-olok, tapi karena kekurangan diri saya sendiri,“ Taufiq Kiemas (Kompas, 21 Oktober 2009)

Good point! Pengakuan yang jujur dari seorang TK bahwa dirinya memang memiliki kekurangan, salah satu tidak bisa membaca dengan benar, tidak bisa mengeja dengan tepat “Doktor vs Dokter†, lupa menyebut kehadiran JK dan Habibie, lupa nama lengkap Mantan Presiden RI ke-3. Jika rakyat kecil, masyarakat awam lupa nama para pejabat negara, maka itu adalah wajar. Namun, pak TK bukanlah rakyat awam semata. Ia adalah Ketua MPR RI, sebuah lembaga yang prestisius. Satu-satunya lembaga yang berhak mengubah (amandemen) UUD 1945. Satu-satunya lembaga yang bisa melantik dan memecat Presiden dan Wakil Presiden RI (setelah melalui prosedur, DPR dan MK).
Jangan Salahkan TK Semata

Diawal gebrakan TK untuk mencalonkan diri sebagai Ketua MPR RI, saya secara tegas menolak pencalonan dirinya sebagai Ketua MPR RI melalui tulisan Taufiq Kiemas, Politikus Pembolos Menjadi Ketua MPR RI. Salah satu faktor utama saya enggan TK menjadi Ketua MPR karena selama ia menjabat sebagai Ketua MPR RI mewakili Jawa Barat, TK adalah politisi pembolos.

Dan ternyata usaha keras TK berbuah hasil. Pada tanggal 1 Oktober 2009, TK dikukuhkan sebagai Ketua MPR atas dukungan partai besar yakni Demokrat, Golkar dan PDIP, disamping partai-partai kecil lainnya kecuali PKS. Tanpa dukungan SBY-Demokrat, TK tidak mudah mendapat kursi Ketua MPR RI.(Baca juga : Selamat Taufiq Kiemas..! Ketua MPR-ku, Seorang Politisi Pembolos). Sangatlah wajar seseorang yang jarang ikut rapat di DPR, lalu jarang memimpin rapat/sidang, lalu ketika memimpin pelantikan presiden dan wapres menjadi demam panggung.

Bagi mereka yang meyakini SBY adalah orang arif bijaksana, mungkin merasa aneh mengapa SBY mendukung pencalonan seorang politisi pembolos menjadi ketua MPR. Namun, bagi mereka yang cermat dan teliti, maka akan tahu siapa itu SBY dan apa motifnya mendukung TK menjadi Ketua MPR. SBY seperti para politisi lain juga melakukan sesuatu cenderung mengedepankan pertimbangan politik kekuasaan. Demi melancarkan usaha untuk menghentikan BLT, memprivatisasi BUMN secara besar-besaran, melaksanakan liberalisasi pendidikan, listrik dan energi, maka SBY membutuhkan dukungan yang kuat di parlemen. SBY harus menjinakkan Golkar (sudah jinak setelah Ical terpilih Ketum Golkar), dan menjinakkan PDIP (setelah TK terpilih sebagai Ketua MPR).

Rendahnya kualitas seseorang yang dipilih menjadi Ketua MPR menjadi permasalahan bangsa ini. Dari 9 partai nasional, 8 partai (Demokrat, Golkar, PDIP, PAN, PPP, PKB, Gerindra, Hanura) selain PKS mendukung mantan politisi DPR ini menjadi pimpinan MPR. Dan belepotannya pidato Ketua MPR Taufiq Kiemas di depan sidang paripurna menambah bukti bahwa TK tidak punya pengalaman dalam memimpin. Selain TK dan PDIP, tanggung jawab kesalahan itu harus juga ditujukan untuk SBY dan Partai Demokratnya. Karena SBY – Demokrat lah yang menjadi partai terbesar (26% kursi DPR, 22% kursi MPR) yang mendukung TK, disamping partai Golkar, PAN, PPP, PKB, Gerindra dan Hanura.

Pernyataan senada disampaikan pengamat politik Universitas Indonesia Arbi Sanit. Arbi Sanit bahkan meminta SBY dan Demokrat yang lebih bertanggungjawab atas kesalahan TK.

“Ini kesalahan orang yang mendorongnya jadi ketua MPR yaitu SBY. Dengan demikian maka masyarakat pun tahu bahwa SBY tidak tahu cara memilih orang karena SBY mendukung seseorang hanya berdasarkan kebutuhannya sendiri yaitu mengikuti selera orang-orang politik.
Ini bukan lagi akan menjadi bumerang buat SBY, tapi sudah menjadi bumerang buat SBY. Coba dengan kejadian TK di sidang MPR ini siapa yang paling dipermalukan? Yah tentunya orang yang mendukungnya. Terus siapa yang mendukungnya? Yah SBY,†Arbi Sanit (Detinews, 20 Oktober 2009)

Dan menambah pernyataan Arbi Sanit, saya katakan juga bahwa yang bertanggungjawab atas kejadian yang memalukan ini bukan semata TK, SBY, Demokrat, PDIP beserta partai lain (kecuali PKS), tapi 60% rakyat yang telah memilih para “pemain sinetron†. Untuk sementara, selamat bagi 40% Golput pada Pileg 2009 silam, karena secara tidak langsung Anda tidak memilih ‘aktor-aktris politik†, terutama orang yang disebut Arbi Sanit!.

sumber:  beragam

Foto: http://img.antara.co.id