Dunia: Kisah – Kisah Keajaiban Perang di Gaza, Palestina

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

http://bimchat.files.wordpress.com/2009/01/gaza-strip-war.jpg

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

https://i2.wp.com/images.huffingtonpost.com/gen/13427/thumbs/r-GAZA-large.jpg

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

https://i2.wp.com/www.map-uk.org/files/300_idf_soldiers.jpg

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.

Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

Suara Tak Bersumber

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,

“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.

Saksi Serdadu Israel

Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?

Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh

Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

Merpati dan Anjing

Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

Kabut pun Ikut Membantu

Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

Selamat Dengan al-Qur’an

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).

Harum Jasad Para Syuhada

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”

Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)

Terbunuh 1.000, Lahir 3.000

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.
Sumber :
Thoriq – www.blak-blakan.com

Source: http://apakabardunia.com

Islamic Events: Islamic Book Fair 2010, Jakarta

jangan sampai ketinggalan ya,.. sekali setahun lho

Ini agenda acaranya:

70 acara meriahkan Islamic Book Fair-9 tahun 2010

Sebanyak 70 acara berkualitas siap dihadirkan dalam agenda pameran buku tahunan terbesar dan terlengkap Islamic Book Fair tahun ini.  Di banding dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, acara-acara IBF kali ini jauh lebih beragam dengan kombinasi antara acara-acara bedah buku, talk show inspiratif, workshop, Variety Show, diskusi publik, seminar, training, temu tokoh nasional dan internasional, hiburan hingga lomba kreativitas anak. Semuanya dikemas dalam rangkaian acara yang lebih menarik, menghibur dan juga mendidik.  Berikut rangkaian acara yang siap disajikan panitia dan peserta IBF terhitung mulai tanggal 5 s.d 14 Maret 2010 :

Hari/Tgl Waktu Tempat Mata Acara Narasumber
IBF Buka Cakrawala dan Wawasan
Jum’at 14.00 – 16.00 Panggung Seremonial Pembukaan 9th IBF 2010 Hiburan Grup Nasyid Snada & Penampilan Biola Tunggal Fahri
5 Maret ’10 19.00 – 18.00 Panggung Bedah Buku “Kiat Sukses Menjemput Jodoh” Ust. Abu Umar Basyier
IBF Bangun Keluarga
Sabtu 10.00 – 12.00 Panggung Talkshow & Bedah Buku “Negeri 5 Menara” A. Fuadi, Asma Nadia dan Boim Lebon
6 Maret ’10 10.00 – 12.00 Anggrek Bedah Buku “Adjani Namaku” Ny. Niken Wulandari
13.00 – 15.00 Panggung Grand Launching “The Miracle Qur’an” Ust. M. Arifin Ilham, Ustadzah Wirianingsih
13.00 – 15.00 Anggrek Launching CD dan Buku “Bermain Sains Yuk” Tim Sanggar Dongeng Sahabat Cahaya
Workshop & Dongeng Science Theatrical
16.00 – 18.00 Panggung Variety Show “Baca Buku Tidak Ada Mati Nyee” Artis-Artis Ben’s Radio
16.00 – 18.00 Anggrek Launching Pro LM M.Syafi’i Antonio
19.00 – 21.00 Panggung Launching Buku “Sehat Tanpa Obat; Upaya Hidup Sehat dengan Rukun  Islam” Dr. H. Briliantono M Soenarwo, SpOT, PICS, MD, Ph.D
KH. Rusli Amin, MA
19.00 – 21.00 Anggrek Talkshow “Peran Media Online dalam Dunia Dakwah” H. Mashadi (Pemred Era Muslim)
Farid Wajdi (Pemred Media Umat)
Darminto (Aktifis Dakwah Kampus)
IBF Bangun Inspirasi
Ahad 10.00 – 12.00 Panggung Talkshow bersama Anis Matta Ust. Anis Matta
7 Maret ’10 10.00 – 12.00 Anggrek Islamic Kids Corner, Fun & Creative (Story Telling, Hija’iyah Creative, Puzzle, Pojok Kreatifitas, Andi Yudha  Asfandiyar & Tim PicuPacu Kreatifitas!
Pojok Barang bekas, Mini Workshop,  Ku Bikin Buku/Komik, Kreatifitas Bikin Boneka & Origami,
13.00 – 15.00 Panggung Tausyiah & Dialog Interaktif “Damailah Indonesiaku” Live TV One KH. Zainuddin MZ, Ust. Jefry Al-Buchori
13.00 – 15.00 Anggrek Workshop Bait Qur’any  “Metode Aplikatif Mencetak Penghafal Al-Qur’an di Usia Dini” Nurul Hikmah, MA (Penulis Buku Bait Qur’any), Ibadurahman
Nurul Habiburrahmanuddin (Direktur Bait Qur’any Center)
16.00 – 18.00 Panggung Launching dan Dialog Interaktif “Fikih Sunnah” Ust. Dr. Taufiqula Azhar (Doktor Bid. Fikih)
Ust. Asep Sobari. Lc, Ust. Abdul Hakim
16.00 – 18.00 Anggrek Grand Launching 8 Novel Lisa Febriyanti, Hary B.Kori’un, Nusya Kuswantin, Daniel Mahendra,
Iluminasi, Nyanyian Kemarau, Lasmi, Epitaph, Pelacur-Politik-dan he  he he, Tandi Skober, Hermawan Aksan, Idris Pasaribu, K. Usman
Cincin Cinta Miss Titin, Acek Botak, Ziarah yang Terpanjang
19.00 – 21.00 Panggung Launching Buku dan Al Qur’an Dr. M. Rathib AnNabulsi (Syiria)
“Islam Standard” Syech. Omar Bakri Muhammad Fostok (Lebanon)
“7 Pilar Kehidupan” H. Bachtiar Nasir. Lc
”Al Quran 3 Bahasa” Dr. M. Syafi’i Antonio, M.Ec
”Al Quran Perkata” Istri  Mentri Hj. Sri Rahayu
19.00 – 21.00 Anggrek Talkshow Al-Kalam, Al Quran Tajwid Digital Tim Sukses Diponegoro
Cara Cerdas dan Mandiri Memahami Al-Quran
IBF Bangun Moral Bangsa
Senin 10.00 – 12.00 Panggung Bedah Buku “Api Sejarah” Ahmad Mansyur Suryanagara
8 Maret ’10 10.00 – 12.00 Anggrek Islamic Kids Corner, Fun & Creative (Story Telling, Hija’iyah Creative, Puzzle, Pojok Kreatifitas, Andi Yudha  Asfandiyar & Tim PicuPacu Kreatifitas!
Pojok Barang bekas, Mini Workshop,  Ku Bikin Buku/Komik, Kreatifitas Bikin Boneka & Origami,
13.00 – 15.00 Panggung Semi Final Lomba Penyanyi Solo Islami
13.00 – 15.00 Anggrek Islamic Kids Corner, Fun & Creative (Story Telling, Hija’iyah Creative, Puzzle, Pojok Kreatifitas, Andi Yudha  Asfandiyar & Tim PicuPacu Kreatifitas!
Pojok Barang bekas, Mini Workshop,  Ku Bikin Buku/Komik, Kreatifitas Bikin Boneka & Origami,
16.00 – 18.00 Panggung Talkshow Inspiratif “Badan Wakaf  Al-Qur’an dan Program Air Bersih” Heru Binawan, Ust. Hari Moekti
16.00 – 18.00 Anggrek Talkshow Inspiratif & Bedah Buku “Blind Power (berdamai dalam kegelapan)” Eko Ramaditiya
19.00 – 21.00 Panggung Talkshow “Dilema Pembinaan Moral Agama di Perkantoran Antara Konsep dan Realita” Muhaimin Iskandar (Menteri Tenaga Kerja RI)
Fauzi Bowo* (Gubernur DKI – Jakarta)
Dr. Hidayat Nurwahid (Mantan Ketua MPR RI)
IBF Wujudkan Pendidikan Bangsa
Selasa 10.00 – 12.00 Panggung Bedah Buku “Muhammad In Facebook” Tim Mizan
9 Maret ’10 10.00 – 12.00 Anggrek Islamic Kids Corner, Fun & Creative (Story Telling, Hija’iyah Creative, Puzzle, Pojok Kreatifitas, Andi Yudha  Asfandiyar & Tim PicuPacu Kreatifitas!
Pojok Barang bekas, Mini Workshop,  Ku Bikin Buku/Komik, Kreatifitas Bikin Boneka & Origami,
13.00 – 15.00 Panggung Talkshow “Membangun Generasi Islami, Cerdas dan Mandiri” Prof. Dr. Arif Rahman, M.Pd
Perspektif Pendidikan Dr. Mardani Alisera
13.00 – 15.00 Anggrek Workshop ESQ  “Metode Hafal Asmaul Husna 99” Ust. Taslim ESQ
16.00 – 18.00 Panggung Final Lomba Nasyid
19.00 – 21.00 Panggung Bedah Media Umat “Kontroversi Kedatangan Obama “ Farid Wadji
Ichsanuddin Noorsy, & Kol. Purn. Herman Ibrahim
IBF Mempersatukan Umat
Rabu 10.00 – 12.00 Panggung Talkshow “Perjuangan Muslim Patani” Herry Nurdi, Saharudin Daming, Rifai Hutapea
10 Maret ’10 10.00 – 12.00 Anggrek Talkshow Darul Fikir Jakrta “Pnjelasan Produk Darul Fikir” Tim Daru Fikir
13.00 – 15.00 Panggung Temu Tokoh Nasional “Membangun Generasi Islami, Cerdas dan Mandiri” Perspektif Pembinaan Umat Ust. Abu Bakar Ba’asyir, Ust. Ismail Yusanto
Dr. Idris Abdus Somad
13.00 – 15.00 Anggrek Workshop Bait Qur’any ” Metode Mencetak Penghafal Al-Qur’an, Terjemah dan Bahasa Arab di Usia Dini” Nurul Hikmah, MA
Nurul Habiburrahmanuddin
16.00 – 18.00 Panggung Bedah Buku ”Jodoh Untuk Semua” Ust. Jodoh
16.00 – 18.00 Anggrek Bedah Buku “Pangkal Kekeliruan Golongan Sesat” Ust. Hartono  Ahmad Jaiz
19.00 – 21.00 Panggung Talkshow “Muhammad The Novel” Azumardi Azra, KH. Syafii Maarif*
IBF Bangun Generasi Islami
Kamis 10.00 – 12.00 Panggung Bedah Buku “Ilusi Negara Demokrasi” KH. Shiddiq Al Jawiy & Arief B. Iskandar
11 Maret ’10 10.00 – 12.00 Anggrek Talkshow “How To Promotion to Radio” Imam Musamam Ben’s Radio
13.00 – 15.00 Panggung Talkshow “Membangun Generasi Islami, Cerdas dan Mandiri” Dr. Anies Baswedan Ph.D*, Anas Urbaningrum*
13.00- 15.00 Anggrek Perspektif PolitikLauncing & Bedah CD “Ensiklopedia Hadist Kitab 9 Imam” Dirut PT. Telkom
16.00 – 18.00 Panggung Talkshow “Seni Menikmati Hidup” Dr. Taufik Al Kusayer
16.00 – 18.00 Anggrek Training “Interactive Motivation” BS. Wibowo
19.00 – 21.00 Panggung 1 Jam Lebih Dekat Bersama  TV One Tim TV One
19.00 – 21.00 Anggrek Story Telling & Kabaret  ”Bujang dan Putri Malaka” Tim Cicero Publising
IBF Wujudkan Cita-cita Bangsa
Jum’at 10.00 – 12.00 Panggung Bedah Buku “Membongkar Rencana Israel Raya” Ust. Herry Nurdi
12 Maret ’10 10.00 – 12.00 Anggrek Workshop Parenting  Anak Ustd. Nani dan Hj. Rina Gunawan
13.00 – 15.00 Panggung Talkshow Keluarga ‘Dari Hati ke Hati dengan Mamah Dedeh’ Mamah Dedeh
13.00 – 15.00 Anggrek Bedah Buku “Matematika Islam 3 “ KH. Fahmi Basya
16.00 – 18.00 Panggung Bedah Buku Rame
Dalam Dekapan Ukhuwah Salim A Fillah
Jiwa-jiwa Gagah yang Pantang Menyerah Solikhin Abu Izzuddin
Cinta Sang Penjaga Telaga Azzura Dayana
Happy Ending Full barokah
16.00 – 18.00 Anggrek Workshop Parenting Remaja Ustd. Nani dan Hj. Rina Gunawan
18.30 – 19.30 Panggung Bedah Buku “Fiqih Imam Syafi’i” Prof. Dr. Wahbah Azzuhaili
19.30 – 21.00 Panggung Talkshow “Mujarabnya Thibun Nabawi, Kupas Tuntas Kedokteran Nabi” Tuan H. Ismail bin Ahmad (Pemilik HPA)
dr. Moh. Ali Toha Assegaf (Ketua HIPSY)
19.00 – 21.00 Anggrek Bedah Buku “Saat Bahagia Untuk Anak Kita” M. Fauzil Adhim
IBF Bangkitkan Kekuatan Bangsa
Sabtu 10.00 – 12.00 Panggung Bedah Buku “Nafas-Nafas Cinta; Rabiah Al-Adawiyah” Marissa Haque, Rudiyanto Swai
13 Maret ’10 10.00 – 12.00 Anggrek Workshop “Menumbuhkan Semangat Berprestasi Para Sahabat Nabi Dalam Keluarga” Eka Wardhana
13.00 – 15.00 Panggung Jumpa Artis Rosyid & Delia the MOVIE Reza Rahadian, Laura Basuki, Arumi Bachsin
13.00 – 15.00 Anggrek Bedah Buku “Management Gerakan Dakwah Ibroh Perang Khandak” Drg. Sukri Wahid
16.00 – 18.00 Panggung PROMO BSM Tim Bank Syariah Mandiri
16.00 – 18.00 Anggrek Coming soon Film ‘Dalam Mihrab Cinta’ Habiburahman Elshirazy
19.00 – 21.00 Panggung Talkshow “Like Mother Like Daughter” Asma Nadia
19.00 – 21.00 Anggrek Bedah Buku “Gerakan Theosofi di Indonesia, Menelusuri Jejak Aliran Artawijaya, Dr. Adian Husaini
Kebatinan Yahudi Sejak Masa Hindia Belanda Hingga Era Reformasi”
IBF Wujudkan Bangsa Cerdas & Mandiri
Ahad 10.00 – 12.00 Panggung Konser “Persembahan Hati Untuk Generasi” Snada
14 Maret ’10 10.00 – 12.00 Anggrek Launching “Al-Qur’an Anak” Ust. Attabik Lutfi, MA.
13.00 – 15.00 Panggung Temu artis film “Hafalan Sholat Delisa” Darwis Tere-Liye, artis pendukung film
13.00 – 15.00 Anggrek Seminar “Mukjizat Ilmiah Hadits Nabi” dan Launching Buku Ust. Dr. Daud Rasyid Ph.D (Ahli Hadits)
“Ensiklopedia Mukjizat Ilmiah Hadits Nabi” Dr. Tauhid Nur Azhar (Ilmuwan Kedokteran)
Dr. Ir. Bogie Soedjatmiko Eko Tjahjono, ME(Ilmuwan Geologi & Fisika LIPI)
16.00 – 18.00 Panggung Konser dan Jumpa Artis Rina Gunawan, Rita Efendy, Nurul Hidayat, Dkk
16.00 – 18.00 Anggrek Diskusi Publik “Membendung Pemikiran Kiyai Liberal” Ust. Hartono Ahmad Jaiz, Abu Muhammad Waskito
19.00 – 21.00 Panggung Tausyiah, Interaktif & Do’a Reza M. Syarief & All Tim Crew 9th IBF 2010
Ini denahnya:
Ini para pesertanya:
Zam-zam Selatan
1 Al ‘Itishom 01,02,
2 Zahra Publishing 03-06
3 Visindo 07,08
4 Gema Insani 11-16
5 Lingkar Pena 17-22
6 Mizan Publika 23-26
Mekah
1 Lingkar Pena 27-30

2
Pustaka Al Kautsar 31-34
3 Republika SP-1 – SP-3
4 Maghfirah Pustaka 35-38
5 Gema Insani 39-42
Zam-zam Utara
1 Qultum Media 43-46
2 Pustaka Azzam 47,48
3 Amzah (Bumi Aksara Grup) 49, 71,72
4 Zikrul Hakim – Bestari 50,69,70
5 Grafindo Khazanah Ilmu 51
6 Pustaka Al Kautsar 52
7 Maghfirah Pustaka 53
8 Pustaka Darul Haq 54,55
9 Rumah Pensil Publisher, PT 56
10 Qisthi Press 57,58
11 Al ‘Itishom Cahaya Umat 59,60
12 Tiga Serangkai 61-63
13 Dar Al Kutub al Islamiyah 64, 65
14 Dar Ebn El Gawzy 66
15 Jabatan Mufti Kerajaan Brunai Darussalam 67
16 Pustaka Darul Ilmi 68
Madinah
1 Zikrul Hakim – Bestari 69,70
2 Amzah (Bumi Aksara Grup) 71,72
3 Pustaka Imam Syafei 73
4 Rajut Publishing 74,75
5 Sukses Publishing 76,77,78
6 Pustaka Azzam 79
7 Darus Sunah 80
8 Sukses Publishing 81
Mekah
1 Bank Syariah Mandiri SP-4 – SP-6
2 Pustaka Imam Syafei 82-84
Madinah
3 Cicero Publishing 85,86
Mina Utara
1 Cicero Publishing 87,88
2 Toko Gunung Agung 89-92
3 Global Media 93
4 Luxima 94
Multazam Utara
1 Sygma Examedia Arkanleema 95-99
2 Pustaka Ukhuwah 100
3 MQS 101,102
4 Pustaka Ibnu Katsir 103,104,105
5 Pustaka Hidayah 106
6 Aqwam 107,110,119
7 Rajagrafindo 108,109
8 Diva Press 111-112
9 Era Intermedia 113
10 Pustaka Inti 114
11 Shorouk Indonesia, PT 115-116
12 Citra, Penerbit 117
13 Widya Cahaya 118
14 Embun Publ. 120
15 Pustaka Elba 121-123
16 Ummi, Majalah 124
17 Tarbawi, Majalah 125
18 Media Umat, Tabloid 126
19 Sabili, Majalah 127
20 Hidayatullah, Majalah 128
21 Daarut Tauhit 129
22 Pustaka At Taqwa, Pustaka Al Bashirah, Pustaka Abu Hanifah K-1 – K-3
23 Pustaka Firdaus K-4
24 Dian Rakyat K-5
25 UIN – Malang Press K-6
26 Pustaka Da’wah K7 – K-10
27 Ramadhan Agency K-11 – K12
28 LKIS Pelangi Aksara, PT K-13
Arafah Barat
1 Menara Kudus 133
2 Al Azhar 134
3 Lestari Books 135, 213
4 Al ‘Itishom Cahaya Umat 136,137,138,140,141
5 Tazkia 139
6 Pustaka Azzam 142-144,
7 Kalam Aulia 145
8 Pustaka Darul Haq 146
9 Al Mawardi Prima 147
10 Almahira 148,150,151,152, 155,156
11 Prenada Media 149
12 Cita Putera Bangsa 153
13 Al Ghuraba 154
Mina Selatan
1 Visindo 157,158
2 Eaststar Adi Citra – Aula Pustaka 159-161
3 Qisthi Press 162
4 Gramedia 163-165
5 Akbar, Penerbit 166
Multazam Selatan
1 Darus Sunah 167,168
2 Aqwam 169
3 Ufuk Publishing House 170
4 Senayan Abadi 171,172
5 Pustaka Ibnu Katsir 173
6 Kharisma ilmu 174
7 Komunitas Bambu 175
8 Diva Press 176
9 Percik IBS 177
10 Lentera Abadi 178
11 Widyadara 179
12 LKIS Pelangi Aksara, PT 180
13 Haula Publishing 181
14 Darul Falah, Penerbit 182
15 Robbani Press 183
16 MQS 184,185
17 Sygma 186
18 Rosda, Penerbit 187
19 Anak Teladan, PT. – Al Hirah Kids 188
20 Sinar Baru Algensindo 189,190
21 Indiva Media Kreasi 191,192
22 Pustaka Ukhuwah 196,193
23 Diponegoro 194-195
24 Pustaka Elba 197-199
25 Media Dakwah 200-204
Arafah
1 Serambi Ilmu Semesta 205-208
2 Global Media 209
3 Al ‘Itishom Cahaya Umat 210
4 Rajut Publ. 211,212
5 Lestari Books 213
6 Pustaka Progressif 214
7 Lentera Hati 215
8 Penebar Swadaya 216-221
9 Pustaka Thariqul Izza 222
10 Cakrawala 223
11 Erlangga, Penerbit 224-225,230,231
12 Sygma Examedia Arkanleema 226, 229
13 Mirqat 227, 228
14 Mizan Publika 232-237
15 Qultum Media 238-243
Shofa
1 Nuris FM S-1
2 IBS S-2,S-3,S-14,
3 Gaya Favorit Press S-4
4 Senyum Muslim S-5, S-6
5 Ikhlas Media S-7,S-26
6 MQS S-15
7 Arga Tilanta – ESQ S16-S17
8 Haula Toys S-18
9 NCR S-19
10 Sahabat Cahaya S-20
11 Taqwim Digital Al Asr S-21
12 Trustco Cipta Madani, PT S-22, M-52
13 BRC Berkah Internasional S-23
14 Izzah Collection S-24
15 Darul Marifah S-25
Marwa
1 Fatahillah M-27,28,29
2 Pustaka IKADI M-30
3 Silmah M-31,32
4 Islamic City M-33,34
5 IBS M-35,M-39
6 Unic & Inas Kamila Collections M-36
7 Khazanah Mimbar Plus M-38, 50
8 NCR M-40, 49
9 Ikhlas Media M-41,M-42
10 Senyum Muslim M-43
11 Snada Style M-44
12 Qanita Collection M-45
13 DC Nun Jilbab Bandung M-46,53
14 Azka, Busana Sulam Unik M-47
15 Jabal M-48
16 NCR M-40, 49, 19
17 Khazanah M-38, 50
18 Sekar Malam M-51
19 Trustco, PT S-22, M-52
20 DC Nun Jilbab Bandung M-46,53
21 Jilbab Khalila M-54,61
22 Syiar Multimedia M-55
23 Shorouk Jakarta M-56
24 Hameeda M-57
25 Mekah Agency M-58
26 As Sunah M-59
27 Refanes, Kerudung Anak Ceria M-60
28 Jilbab Khalila M-54,61
29 Rabbani Asysa, CV M-62
30 Danisa Trend M-63
31 Al Hijaj M-64
32 Ad Dien M-65
33 Hauladina M-66,M-75
34 Haula Toys M-67,M-72
35 BM Humaira M-68,71
36 Al Furqon M-69
37 NaNia M-70
38 MB Humaira M-68,71
39 Raudah M-73,M-74
40 Lushi Inter Indonesia, PT M-76
41 UMC M-77.78
42 Al-Mia M-79
43 Delima Collection M-80,83
44 Zeyn Busana M-81,82
45 Mojang M-84
46 Imana M-85
47 Aini Shop M-86
48 Zahrah M-87
49 Kitijar M-88 – 91
50 Zainab Collection M-92
51 Jamil M-93
52 Bursa Jilbab “Benayu Al Islami” M-94
53 Amatullah M-95
54 Avtech M-96
Tokoh2 yang akan hadir:

InsyaAllah akan hadir:

Tokoh Nasional:

  • Ust. Yusuf Mansyur,
  • Happy Salma Ust. Attabik Lutfi, MA.
  • Ust. Syafi’I Antonio
  • Ust. Dr. Taufiqula Azhar (Doktor bid. Fikih)
  • Prof. Dr. Nasarudin Umar M.A
  • Ust. Hartono  Ahmad Jaiz
  • Mamah Dedeh
  • Marissa Haque
  • Okky Asokawati
  • Bunda Neno Warisman

Tokoh Internasional:

  • Prof. Dr. Rathib Nabulsi (Syiria)
  • Dr. Muhamad Giyas (Syiria)
  • Sami Al-Maghluts (Riyadh)
Semoga bermanfaat dan sampai bertemu di acara ini ya.

Kebencian itu Awal dari Hidayah

_42025952_imam.jpg

By: M. Syamsi Ali

Pagi ini, Rabu 10 Pebruari, kota New York sedang dilanda badai salju. Sejak tengah malam lalu, salju turun tiada henti membuat jalanan menjadi sepi dan licin. Kebanyakan warga memilih tinggal di rumah, berbagai institusi ditutup sementara, termasuk sekolah-sekolah dan bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Saya sendiri cukup malas untuk meninggalkan rumah pagi tadi. Tapi entah apa, rasanya saya tetap terpanggil untuk melangkahkan kaki menuju kantor PTRI, dan selanjutnya ke Islamic Center. Ternyata kantor PTRI juga pagi ini hanya dibuka hingga pukul 12 siang.

Akupun segera menuju Islamic Cultural Center of New York dengan tujuan sekedar shalat Dhuhr dan Asr sekalian. Lazimnya, ketika ada badai salju atau hujan lebat, jama’ah meminta untuk menjama’ shalat. Setiba di Islamic Center saya segera menuju ruang shalat, selain untuk melihat apakah pemanas ruangan telah dinyalakan atau belum, juga untuk shalat sunnah.

Tiba-tiba saja Sekretaris memanggil, ‘Some one is waiting for you!’. ‘Let me do my sunnah and will be there!’, jawabku.

Setelah shalat sunnah, segera saya menuju ke ruang perkantoran Islamic Center. Di ruang tamu sudah ada seseorang yang relatif berumur, tapi nampak elegan dalam berpakaian. ‘Hi, good morning!’, sapaku. ‘Good morning!’, jawanya dengan sangat sopan dan ramah. ‘Waiting for me?’, tanyaku sambil menjabat tangan. ‘Yes, and I am sorry to bother you at this early time’, katanya sambil tersenyum.

Saya mengajak pria berkulit putih tersebut ke ruangan kantor saya. Dengan berbasa-basi saya katakan ‘wah mudah-mudahan anda diberikan pahala atas perjuangan mengunjungi Islamic Center dalamm suasana cuaca seperti ini’. ‘Oh not at all!. We used to this kind of weather’, jawabnya.

‘So, what I can do for you this morning’, tanyaku memulai pembicaraan. Tanpa saya sadari orang tersebut masih berdiri di depan pintu. Barangkali dia tidak ingin lancang duduk tanpa dipersilahkan. Memang dia nampak sopan, tapi dari kata-katanya dapat dipahami bahwa dia cukup terdidik. ‘Please do have your sit!’, kataku. ‘Thanks sir!’, jawabnya singkat.

Setelah duduk saya ulangi lagi, pertanyaan sebelumnya ‘what I can do for you this morning?’. ‘Sambil membalik posisi duduknya, dia melihat ke saya dengan sedikit serius, tapi tetap dengan senyumnya. ‘I am here for….’, seolah terhenti..’for some clarifications!’, jawabnya. ‘I have been reading, I have observed, even I have learned about the religion, and to be honest I know about it a great deal!’, jelasnya.

‘That’s great!’, selaku. Tiba-tiba dia memotong ‘But I don’t know, from time to time, I feel my suspicion about it and about the Muslims grows’. Dia terdiam sejenak lalu menyambung ‘I kind of don’t believe what I know about it!’,. ‘What do you mean?’, tanyaku singkat.

Sekali lagi sang pria tersebut merubah posisi duduknya lalu bercerita. ‘I used to be very angry…I really hated this religion!’, jelasnya. ‘In last many years, if it is in my hand I would have crashed it and its followers. I felt the religion and those who follow it invaded my country!, jelasnya dengan sangat serius. ‘And so, what happened?’, pancingku. Kini dia kembali tersenyum, lalu menyambung ceritanya.

Untuk singkatnya, saya menuliskan beberapa catatan ceritanya, bagaimana kebenciannya kepada agama Islam menjadi awal ‘kehausan’ untuk mencari tahu. Suatu hari dia membeli makanan di pinggir jalan (Halal Food) di kota Manhattan . Perlu diketahui, mayoritas mereka yang jual makanan di pinggir jalan di kota New York adalah Muslim. Lalu menurutnya, di gerobak penjual makanan itu tertulis ‘Laa ilaaha illa Allah-Muhammad Rasul Allah’ dalam bahasa Arab. Kebenciannya yang sangat kepada Islam membuatnya tidak bisa menahan diri untuk mengata-ngatai penjual makanan itu ‘don’t turn people away from buying your food with that ….(bad word)’, katanya sinis!.

Tapi menurutnya lagi, sang penjual itu tidak menjawab dan hanya tersenyum, bahkan merespon dengan ‘Thank you for coming my friend!’.

Singkatnya, menurut dia lagi, sikap penjual makanan itu selalu teringat di pikirannya. Bahkan sikap itu menjadikannya merasa bersalah, tapi pantang untuk datang meminta maaf. Ketidak inginannya meminta maaf itu, katanya sekali lagi, karena kebenciannya kepada agama ini. ‘That really made me angry to my self, but really curious at the same time!’, sambungnya.

‘In the beginning, I was just googling some informations about the religion. Then listening to some lectures on Youtube (especially Hamzah Yusuf’s ones)’, ceritanya. Setelah itu kemudian membeli beberapa buku karangan non Muslims, termasuk sejarah Rasul oleh Karen Amstrong, Shari’ah oleh John Esposito, dll.

‘The more I learned, the more I feel being suspicious and confused!’, herannya. Saya kemudian memotong ‘Had you ever thought, why is that?’. ‘I don’t know, but I think media factors!’, jawabnya singkat. Tapi kemudian segera meyambung bahwa  setiap kali dia melihat pemboman, pembunuhan, pengrusakan, dan bahkan beberapa aksi films, ada-ada saja Muslim yang terkait. ‘I really don’t know and confused, what kind of Islam these people are practicing?’.

Dia kembali berbicara panjang,seolah menyampaikan ceramah kepada saya tentang ‘jurang besar’ antara ilmu tentang Islam yang dia pahami dan berbagai perangai yang dia lihat dari beberapa Muslim selama ini. Di satu sisi, dia kagum dengan sikap penjual makanan tadi. Tapi di satu sisi, dia marah dengan sikap beberapa orang Islam yang justeru melakukan berbagai (apa yang disebutnya sebagai) ‘kejahatan atas nama Islam’. ‘And so, which side will I be, if one day I will be a Muslim?’, tanyanya pada dirinya sendiri.
Setelah selesai, saya kemudian memulai mengambil kendali. ‘First, congratulations!’, kataku singkat. Dia nampak bingung dengan ucapan saya itu.

Segera saya sambung ‘You have been a real American!’. Dia tersenyum tapi masih belum paham.

‘Americans are those when don’t know they inquire’, jelasku. ‘I think your anger is well understandable. Firstly, because you don’t know and the remedy to that is to seek and inquire. Second, the media factors and the remedy to that is to clarify. And I think you did both’, jelasku.

Saya kemudian mengajak dia mendiskusikan berbagai hal. Mulai dari sejarah peperangan, terorisme, pembunuhan, pengrusakan, dari dulu hingga sekarang. Dan sebaliknya, bagaimana Islam telah memainkan peranan besar dalam membangun peradaban manusia.

‘Throughout our human’s history, what you are seeing these days are not surprising and new’. How many lives have been taken, properties have been destroyed, home damaged?’, tanyaku. ‘And from the beginning of Prophet Muhammad preached this religion in the 7th century in Arabia, up to this day….how many wars and killings that have been Muslims as perpetrators?’, tanyaku lagi.

Dia nampak hanya geleng-geleng kepala dengan contoh-contoh yang saya berikan. Dari Hitler, Stalin, Perang Dunia I dan II, Hiroshima dan Nagasaki , dst. Berapa di antara mereka yang terbunuh, dan siapa yang melakukan? Peperangan di Irak, berapa yang terbunuh ketika jet-jet Amerika mendrop boms di perkampungan- perkampungan? Siapa mayoritas tentara Amerika?

Kemudian, pernahkan dilakukan studi secara dekat, untuk mengetahui apakah benar bahwa pemboman, pembunuhan, pengrusakan yang dilakukan oleh beberapa Muslim selama ini, walau atas nama Islam, memang justified by Islam? Dan benarkah bahwa memang motifnya karena memjuangkan Islam dan Muslims, atau karena memang Islam dan Muslims adalah jembatan menuju kepada ‘interest tertentu?’, ceritaku panjang lebar.

Tanpa terasa, waktu adzan Dhuhr telah tiba. ‘Sorry, that is what we call adza  or the call to pray’, jelasku. Saya diam sejenak, dia juga nampak diam mendengarkan adzan dari Sheikh Farahat, muadzin yang baru diterima sebagai pegawai di Islamic Center. Suara tammatan Al-Azhar ini memang sangat indah.

Setelah adzan, saya kembali menyambung pembicaraan. Saat ini kita membicarakan berbagai ketidak adilan yang terjadi di berbagai belahan dunia, dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Secara ekonomi hanya segelintir yang menikmati kue alam, secara politik ada pemaksaan sistemik kepada negara lain, dst.

‘With all this, and by no way to say that killings, especially when we come to the lives of innocents and civilians, are justified in the name of struggling for justice’, lanjutku.

Tapi karena waktu sangat singkat, saya bertanya ‘what do you think? Is there any thing that you do object to?’, pancingku. Dia nampak diam, tapi tersenyum dan mencoba berbicara.

‘You are right!’, katanya singkat. ‘I have been unfair to my own self! My association of Islam to behavior of some Muslims is completely unfair’.

‘You got the point, sir!’, jawabku singkat. ‘Now, I have to leave you for a while. I need to pray!’, kataku sambil meminta maaf.

Tiba-tiba saja dia melihat saya dengan sedikit serius. Kali ini tanpa senyum dan berkata ‘What should I do to be a Muslim?’, tanyanya. ‘Are you serious?’, tanyaku. ‘Yes!’, jawabnya singkat. ‘Follow me!’, ajakku.

Saya ajak dia ke ruang wudhu, mengajarinya berwudhu, lalu ke ruang shalat. Sambil menunggu waktu iqamah, saya menyampaikan kepadanya ‘What I am going to do is leading you in declaring your new faith by what we call shahadah. And it is to testify that there is no god worthy to be worship by Allah and Muhammad is His Messenger’, jelasku seraya mengingatkan apa yang pernah dia lihat dahulu di gerobak penjual makanan itu.

Sebelum iqamah dimulai saya ajak, Peter Scott, nama pria tersebut ke depan jama’ah dan menuntunnya mengucapkan ‘Asy-hadu anlaa ilaaha illa Allah wa asy-hadu anna Muhammadan Rasul Allah’, seraya diikuti gema takbir sekitar 200-an jama’ah shalat Dhuhr hari ini.

‘Peter, you are a Muslim, like others here today, nothing in you is less. In fact, you are better then us because you chose to be, not only born into it and follow it’, jelasku sambil meminta untuk menguikuti gerakan-gerakan shalat sebisanya, tapi dengan konsentrasi.

Allahu Akbar! Semoga Peter selalu dijaga dan dijadikan pejuang di jalanNya!

New York, 10 Pebruari 2010

Source: https://mail.google.com/mail/?shva=1#inbox/126c2496ccd04162