[Islam] Ini Dia yang Dikenal Dengan Reiki

Kesesatan Reiki

Ada pembahasan yang cukup menarik mengenai adanya pemanggilan dan bantuan malaikat yang memberikan energinya dalam attunement Reiki.Pertanyaannya bisakah malaikat dipanggil manusia untuk membantu dalamattunement Reiki? Pembahasan ini cukup menarik karena jika setan atau jin memang bisa dipanggil manusia untuk berbagai keperluan sedangkan malaikat yang hanya tunduk pada perintah Allah bisa diperintah oleh manusia.

Dalam masalah pemanggilan malaikat ada yang janggal. Intinya, bagaimana duduk persoalannya sehingga malaikat itu bisa dipanggil oleh seorang manusia untuk sebuah urusan yang bersifat pribadi. Padahal malaikat itu adalah hamba-hamba Allah yang mulia dan teramat tinggi derajatnya. Tidak pada tempatnya untuk disuruh-suruh oleh manusia, apalagi untuk sekedar urusan yang tidak jelas.

Allah SWT telah menjelaskan siapakah sosok malaikat itu di dalam Al-Qur’an Al-Kariem. Malaikat adalah makhluk-Nya yang mulia sehingga tidak pada tempatnya bila bekerja untuk menjadi “pelayan” kemauan segelintir orang.

Allah Ta’ala berfirman :

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ

”Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya, (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.” (QS Al-Anbiya’: 26).

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman :

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat) yang mengawasi, yang mulia dan mencatat, mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS Al-Infithar: 10-12).

Bahkan Rasulullah pun tidak punya kekuasaan untuk begitu saja memerintahkan malaikat mengerjakan sesuatu demi kepentingan dakwah, apalagi kepentingan yang bersifat bathil dan penuh kesyirikan. Malah beliau pernah menunggu-nunggu kedatangan Jibril selama beberapa waktu namun Jibril tidak datang-datang.Ini menunjukkan bahwa bila bukan atas perintah Allah SWT, Jibril tidak datang begitu saja kepada Rasulullah.Apalagi bila hanya manusia biasa yang tidak jelas nilai taqwanya. Bahkan seorang Nabi pun tidak sepenuhnya punya wewenang untuk menghadirkan malaikat.

Maka yang menjadi pertanyaan di sini, siapakah sebenarnya yang dipanggil kalau bukan malaikat? Maka satu-satunya jawaban tidak lain adalah makhluk ghaib juga namun bukan malaikat tetapi bangsa jin. Mereka ini memang punya segudang pengalaman dalam urusan tipu menipu semacam ini. Antara lain menyamar menjadi arwah orang yang sudah wafat, makhluk-makhluk suci, dewa-dewi, termasuk pura-pura menjadi malaikat.

Buat kita yang tidak punya latar belakang ilmu pengetahuan tentang sosok malaikat berdasarkan petunjuk dari Al-Quran dan Sunnah Nabawiyah yang shahih, apapun yang dirasa berbau ghaib sedikit bisa saja langsung percaya sebagai malaikat. Para Jin ini pun pandai sekali membuat istilah-istilah yang terkesan baik, seperti istilah Energi Ilahi, ilmu putih, tenaga positif, energi ini dan energi itu. Semua terkesan tidak terkait dengan Jin, padahal para Jin adalah makhluk yang punya jam terbang sangat tinggi dalam seni semacam ini.

Buat kita, cukuplah Rasulullah yang bisa dijadikan patokan dalam urusan ilmu-ilmu yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah ini. Bahwa beliau sebagai makhluk Allah SWT yang paling mulia tidak pernah menggunakan segala macam jenis kekuatan demikian, kecuali atas izin Allah SWT diberikan kepadanya mu’jizat Ilahiyah. Demikian juga para shahabat sebagai generasi manusia yang terbaik di alam semesta. Tidak satu pun diantara mereka yang bisa melakukan atraksi aneh-aneh termasuk memanggil malaikat.

Ascended Master

Selain itu jika para praktisi Reiki muslim yang mempercayai bahwa di Dunia ini ada manusia yang telah mencapai tingkat keabadian seperti para Ascended master yang setelah matinya  dapat pergi sesuka hatinya dilangit dan bumi yang terlepas dari alam kubur, hari kebangkitan pada hari kiamat maka ia telah berbuat kebodohan dan telah menyimpang dari ajaran Islam. Sebab Allah telah menjelaskan fase-fase kehidupan manusia.Ayat tersebut ada didalam QS.A’raaf:25 yang berbunyi:

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

“Katakanlah: di Bumi itulah kalian hidup, dan di Bumi itu kalian mati, dan dari Bumi itu pula kalian akan dibangkitkan”.

Firman Allah diatas menggambarkan secara sangat jelas kepada kita bahwa kehidupan manusia sejak dilahirkan (ke Dunia), kemudian dimatikan (masuk kealam Barzah), dan akhirnya dibangkitkan kembali (di Padang masyhar pada hari kiamat), semua terjadi dimuka Bumi.Tidak beranjak dari planet Bumi.

Dan tidaklah ada yang abadi di langit dan Bumi baik benda hidup dan benda mati selain Allah Ta’ala.Allah Ta’ala telah berfirman :“Tiap-tiap sesuatu pasti akan binasa kecuali ‘Wajah-Nya”(QS.Al-Qashash:88)

Asdended master dipercaya sebagai orang-orang suci, alim, dari berbagai agama dan kepercayaan yang mempunyai tingkat spiritualitas yang tinggi hingga ketika matinya begitu dihormati bahkan dijadikan tempat memohon perlindunganini sudah merupakan bentuk menuhankan manusia. Sebagaimana firman Allah, “Mereka menjadikan orang-orang alim, dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah.”(At-Taubah: 31).

Salah satunya adalah Ascended Master Melkisedek (Melchizedek) dalam ajaran kristen yang sangat disucikan dan diangung-angungkan hingga dianggap sejajar dengan Tuhan. Paulus menyampaikan sebuah konsep tentang kemanunggalan Tuhan bersama Melkisedek:” Ia (Melkisedek) tidak berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.”[1]Jadi, menurut Doktrin Paulus, Tuhan merupakan sekutu kemanunggalan dari tiga mitra yang sejajar yang terdiri atas Bapa, Yesus, dan Ascended Master Melkisedek.

Selain itu para ascended master dipercaya merupakan sekutu, kemanunggalan atau interpretasi Allah maka sudah merupakan bentuk kesyirikan besar. Sebab Allah tidak ada sekutu dan tidak memerlukan kemanunggalan dalam kekuasaan-Nya. Dari Abu Hurairah: Allah berfirman: “Aku tidak butuh sekutu-sekutu dari bagian, barang siapa yang melakukan suatu amalan yang dia menyekutukan-Ku padanya selain Aku maka Aku tinggalkan dia dan persekutuannya.” (Riwayat Muslim, kitab az-Zuhud 2985, 46).

Dengan meminta bantuan para ascended master dan terkadang ada diantara para praktisi reiki sangat cinta pada makhluk halus tersebut[2]. Maka hal tersebut merupakan bentuk penyembahan, tandingan dan kecintaan kepada selain Allah yang merupakan bentuk kesyirikan yang besar. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “ Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, adapun orang-orang yang beriman sangat cintanya kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165).

ASCENDED MASTERS

Penyimpangan Reiki

Dibalik semua kehebatan Reiki ada sesuatu yang sama sekali tidak diwaspadai terutama bagi umat Islam yaitu ajaran dibalik Reiki,unsur-unsur makhluk gaib, tipu daya dibelakangnya dan kerusakan akidah Tauhid.Mengapa saya mengatakan begitu?

Ada faktor-fakor yang mesti diwaspadai dalam Reiki. Diantaranya adalah:

a.    Reiki Berhubungan Dengan Agama Tertentu.

Semua praktisi Reiki pasti mengetahui kalau Reiki itu berasal dari para Pendeta Budha juga Hindu dan Reiki itu asalnya digunakan para Pendeta Budha untuk beribadah dan merupakan salah satu tekhnik dari tekhnik Yoga sebagai sarana mendekatkan diri pada tuhannya terutama bagi para pendeta Budha di Tibet. Dalam perkembangannya Reiki banyak dibawa oleh orang-orang non muslim yang mengajarkan Reiki ke dunia bahkan hingga sampai ke Indonesia (yang pertama kali dipopulerkan oleh Irmansyah Effendi MSC), hingga sampai saat ini menjadi bisnis yang sangat menggiurkan karena biaya untukattunement dalam setiap levelnya cukup mahal dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Maka walaupun Reiki dikatakan bersifat lintas agama yaitu setiap orang tanpa memandang SARA (suku, agama, bangsa, ras) bisa mengalirkan energi akan tetapi tetap saja membawa konsep-konsep ajaran Budha dan Hindu yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam seperti ajaran tentang reinkarnasi, karma, juga ajaran-ajaran tentang adanya dewa-dewa yang mengatur alam semesta.

Aspek unsur penyimpangan dari agama Islam seperti konsep wihdatul wujud jelas terlihat dalam usaha ‘penyelarasan energi’ (attunement) yang tidak lain adalah konsep “penyatuan diri dengan kekuatan semesta atau Ilahi”. Kalangan New Age atau para spiritualis  sesat di negeri Barat juga menyebutattunement (penyelarasan diri) sebagai attonement (penyatuan diri).

Juga dalam proses attunemant dikatakan bahwa energi yang mengalir melalui jalur sushumnadisepanjang tulang punggung dapat membersihkan karma-karma negatif dari “kehidupan sebelumnya”. Ini jelas memakai pemahaman reinkarnasi bahwa manusia sesungguhnya akan terus terlahir kembali dalam proses evolusi yang sangat menyimpang dari ajaran Islam. Sebab keyakinan reinkarnasi sangat menafikan adanya alam barzah juga kebangkitan seluruh manusia dibumi dipadang masyhar untuk diadili segala perbuatannya sewaktu hidup di dunia.[3] Allah Ta’ala Telah berfirman :

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَ’حِدَ ةٍ

“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu,….(QS.Al A’raaf:189)

Allah Ta’ala juga berfirman:

مَا خَلْقُكُمْ وَلاَ بَعْثُكُمْ إِلاَّ كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

“Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari alam kubur) itu melainkan (membangkitkan dan menciptakan) hanyalah seperti satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS.Luqman:28)

Dari ayat diatas maka sesungguhnya manusia diciptakan dari diri dan jiwa yang satu dan bukannya menjadi personal atau “diri-diri” yang lain.

Allah Ta’ala telah mengingatkan orang-orang kafir yang mengingkari bahwa tidak ada alam kubur atau hari kebangkitan (yang akan dihisab semua amal perbuatannya semasa hidup) melainkan terus bereinkarnasi setelah matinya

Allah Ta’ala berfirman:

زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ وَذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ

Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”(QS.Taqhaabun (64):7)

Maka sangat jelaslah adanya unsur ajaran agama lain dalam aliran Reiki.Sangat bodohlah jika ada praktisi Reiki muslim yang mengatakan “walaupun kami tahu Reiki itu dari orang non muslim,tetapi kami ambil yang baiknya saja dan kalau ada yang menyimpang maka kami akan menolaknya”. Sebab dari kita terus mendalami Reiki maka sedikit-demi sedikit akan mengikis akidah kita seiring semakin percayanya kita akan kekuatan dan kemampuan energi Reiki untuk menyembuhkan penyakit dan meningkatkan spiritualitas.

Tidaklah jika kita sudah mengetahui keburukannya maka kita tinggalkan untuk menghindari mudharat yang lebih besar, maka masihkah para praktisi Reiki mengatakan Reiki bersih dari kesesatan dan sesuai bagi Islam?


[1] Ibrani 7:3

[2] Dengan menyimpan, memajang patung atau gambar makhluk tersebut hingga bermeditasi didepan gambar atau patungnya

[3] Jika manusia hidup mati berulangkali maka bagaimana ada sinkronisasi dengan alam kubur sebagai terminal akhir ruh manusia jika manusia itu telah menjadi berbagai personal yang berbeda. Umat Islam meyakini bahwa ruh manusia akan mendapat rahmat atau siksa didalam kubur (sesuai dengan amalnya selama hidup didunia) dan menunggu dihidupkan kembali pada hari kiamat. Pada hari dimana seluruh manusia dan makhluk hidup akan dikumpulkan menunggu hari penghakiman untuk diadili di padang masyhar.

Sumber: metafisis.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s