Islam: Khutbah Jum’at : Menuju Baiti jannatii

Allah SWT berfirman Dalam Al-Qur’an : ” Hai orang-orang yang beriman,
apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka
bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang
demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (Al-Jumuah : 62 : 12)
Diriwiyatkan dari Abu Hurairah ra: Nabi saw bersabda: “Sebaik-baik hari
dalam peredaran matahari adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at itulah Adam
diciptakan, pada hari itulah Adam dimasukkan ke surga, pada hari itu pula
Adam dikeluarkan dari surga, dan hari kiamat akan terjadi pada hari Jum’at.”
(3:6-Shahih Muslim)
Dalam hadist lainnya Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya pada hari Jum’at
ada satu saat, apabila seorang muslim melakukan shalat lalu memohon suatu
kebaikan maka Allah akan memenuhinya.” Kapan satu saat itu? Diriwiyatkan
Abu Musa Al Asya’ari ra, Rasulullah saw bersabda: “….saat itu adalah
antara duduknya imam dan selesai shalat Jum’at.”

==============================

===========================
Khutbah Jum’at : Menuju Baiti jannatii (rumahku surgaku)KHUTBAH PERTAMA :

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ
بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ
يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا
وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ
الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا .
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ
اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ
هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه و سلم وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ
فِي النَّارِ. اللهم صَل عَلَى مُحَمدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلمْ.

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Keadaan surga yang akan dimasuki oleh orang-orang yang beriman kelak di Hari
Akhir, telah termaktub di dalam Kitabullah dan hadits-hadits Rasulullah
sallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu bagaimana gambaran atau keadaan “Surga”
yang ada di dunia ini, khususnya di rumah kita? Bagaimana hakikat “Rumahku
adalah surgaku”?

Kita sering menyaksikan dan bahkan mungkin mengalami di dalam keluarga kita,
di rumah kita, suatu keadaan yang membuat sempit dada, tegangnya urat leher,
naiknya darah ke ubun-ubun kepala, gemertaknya gigi sembari mengepalnya
tangan. Itulah keadaan yang diakibatkan oleh berbagai ulah anggota keluarga
yang tidak pada tempatnya. Orang sering mengatakan:
“Rumahku bagai neraka,
yang membuat seluruh anggota keluarga
tak kerasan tinggal di dalamnya.
Ia penuh dengan malapetaka.
Bahtera rumah tangga terhempas karenanya.
Cita-cita keluarga hanya tinggal angan-angan belaka.
Alangkah sengsaranya dunia”

Percekcokan, saling ejek, egoistis, piring terbang sering terjadi, hingga
kekerasan fisik mewarnai perjalanan rumah tangga yang jauh dari sakinah
mawaddah warahmah.
Kita semua tentu saja tidak menginginkan hal itu terjadi. Akan tetapi
seringkali anggota sebuah rumah tangga tidak mampu menahan hal tersebut,
sekaligus tidak memiliki bekal yang cukup dan hidayah dariNya untuk
mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah, keluarga cermin Rumahku
adalah Surgaku.

Jamaah Jum’at Rahimakumullah
Di awal khutbah telah disampaikan bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman :

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا
وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ
اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا .
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu
dari yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada
keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan
bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling
meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya
Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An-Nisa`: 1).

Kita yang hadir di masjid yang mulia ini adalah ciptaan Allah Subhanahu wa
Ta’ala. Kita diseru olehNya agar bertakwa kepadaNya. Allah Subhanahu wa Ta
ala juga menginformasikan bahwasanya diciptakanNya pula pasangan hidup kita
masing-masing yakni istri-istri kita masing-masing. Melalui pasangan
suami-istri (pasutri) inilah, Allah Subhanahu wa Ta’ala memperkembangbiakkan
manusia yang banyak jumlahnya, laki-laki dan perempuan. Pergaulan suami
istri yang Allah taqdirkan membuahkan hasil berupa anak, hendaknya atas
dasar takwa, sehingga pergaulan suami istri tersebut benar-benar membuahkan
anak-anak shalih dan shalihah. Selanjutnya jumlah manusia yang banyak itu
hendaknya tetap menjaga silaturahim, menjaga hubungan baik secara harmonis,
sebab pada asalnya manusia adalah satu rahim (satu keturunan yang sama).

Jamaah Jum’at Rahimakumullah
Untuk menjaga pasutri dan anak-anak serta anggota keluarga lainnya agar
tetap hidup harmonis, penuh kasih sayang di bawah ridha Allah Subhanahu wa
Ta’ala (mawaddah warahmah) yang hal itu merupakan wujud dari rumahku surgaku
maka beberapa kiat berikut ini layak untuk ditempuh yakni:
Pertama, jaga masing-masing hak dan kewajiban anggota rumah tangga.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman :

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ
عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut
cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan
daripada istrinya. Dan Allah Maha-perkasa lagi Mahabijaksana.” (Al-Baqarah:
228).

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda :
, ‘Aku pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa hak istri salah seorang di
antara kami atas suaminya?’ Beliau menjawab, ‘Hendaknya kamu memberinya
makan sebagaimana yang kamu makan, memberinya pakaian sebagaimana yang kamu
kenakan, dan jangan kamu pukul wajah, jangan menjelek-jelekkan, serta
janganlah kamu tidak mengajak bicara kepadanya kecuali di rumah saja’.” (HR.
Abu Dawud no.2142, hadits ini hasan shahih menurut al-Albani).
Beliau sallallahu ‘alaihi wasallam juga telah bersabda :

أَلَا إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائِكُمْ حَقًّا، وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ
حَقًّا، فَأَمَّا حَقُّكُمْ عَلَى نِسَائِكُمْ فَلاَ يُوْطِئْنَ فُرُشَكُمْ
مَنْ تَكْرَهُوْنَ، وَلَا يَأْذَنَّ فِي بُيُوْتِكُمْ لِمَنْ تَكْرَهُوْنَ،
أَلَا وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تُحْسِنُوْا إِلَيْهِنَّ فِي كِسْوَتِهِنَّ
وَطَعَامِهِنَّ.
“Ketahuilah, bahwa kalian memiliki hak terhadap istri-istri kalian, dan
istri-istri kalian juga memiliki hak terhadap diri kalian. Adapun hak kalian
terhadap istri-istri kalian adalah: Hendaknya mereka tidak membiarkan orang
yang tidak kalian sukai untuk tidur di atas tempat tidur kalian, dan tidak
mengizinkan orang yang tidak kalian sukai masuk ke rumah kalian. Sedangkan
hak mereka terhadap kalian adalah: Hendaknya kalian memberi pakaian dan
makanan yang baik kepada mereka.” (HR. at-Tirmidzi no.1161, menurutnya
ha-dits hasan gharib).

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Kedua, saling nasihat-menasihati di dalam kebenaran, kesabaran, dan
keikhlasan atas dasar kasih sayang dan dengan cara yang lembut. Firman Allah
Subhanahu wa Ta’ala :

إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati
supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”
(Al-Ashr : 2-3).

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ
الْقَلْبِ لاَنفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ
وَشَاوِرْهُمْ فِي اْلأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ إِنَّ
اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah
ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadaNya.”
(Ali Imran: 159).

Saling menasihati merupakan pilar penjaga harmonisasi keluarga, sebab
manusia adalah makhluk yang suka lupa. Jika salah satu lupa dan yang lainnya
mengingatkan (menasihati) dengan cara yang lembut, maka pasangannya tetap
berada di dalam jalan yang benar. Dan ini tentu saja yang dikehendaki
bersama.

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Ketiga, sebagai pasutri dan anggota keluarga lainnya yang senantiasa
menghendaki rumahku adalah surgaku, keluarga yang mulia karena takwa, tinggi
derajat karena beriman dan berilmu, maka sudah seharusnya untuk senantiasa
berlomba untuk mewujudkan Surga dunia dan akhirat. Sebagaimana yang Allah
Subhanahu wa Ta’ala gambarkan berikut ini di dalam FirmanNya :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا
السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ . الَّذِينَ يُنفِقُونَ
فِي السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ
النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ . وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا
فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا
لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ الله وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى
مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ ُ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu
lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan
(kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan
(juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya
diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa
mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah. Dan
mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”
(Ali Imran: 133-135).

Pasutri dan anggota keluarga lainnya yang hendak mewujudkan surga dunia dan
akhirat, yang mewujudkan rumahku surgaku, maka hendaknya mereka senantiasa:
1. Berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit.
2. Menahan amarah.
3. Memaafkan kesalahan orang lain.
4. Bertaubat.

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Keempat, anggota keluarga yang dapat mewujudkan rumahku surgaku adalah
mereka yang senantiasa tolong menolong dan bekerja sama di dalam kebajikan
dan ketakwaan. Mereka akan senantiasa mengenyahkan keburukan, permusuhan,
dan perbuatan dosa lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَتَعَاوَنُوا عَلَى اْلإِثْمِ
وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan
jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah
kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya.” (Al-Ma`idah: 2).

Berdasarkan kerja sama dan tolong menolong atas dasar kebajikan dan takwa
itulah, setiap munculnya problematika keluarga, akan dapat diatasi, dihadapi
dan diselesaikan dengan solusi yang menyenangkan, bukan berakhir dengan
mengenaskan.

Itulah sekelumit kiat yang, insya Allah, dapat mengantarkan keluarga kita
semuanya menuju kepada cinta sejati, cinta dari Sang Pencipta. Kiat yang
apabila kita dapat mewujudkannya, semoga dapat membantu untuk meraih
ridhaNya semata, bagaimanapun keadaan kita. Itulah kiat yang dapat
mengantarkan kita kepada kebahagiaan yang hakiki dunia hingga akhirat.
Kebahagiaan yang hanya akan dapat diraih oleh orang-orang yang benar-benar
beriman, bertakwa, dan hidup Islami.

بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَجَعَلَنَا اللهُ مِنَ
الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ. أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِـرُ الله لِيْ وَلَكُمْ.

KHUTBAH KEDUA :

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ
لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
قَالَ الله تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا
بَعْدُ:

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Pada khutbah kedua ini, khatib hendak menyimpulkan pembahasan pada khutbah
pertama. Sesungguhnya untuk mewujudkan gambaran rumahku surgaku, ada
beberapa kiat yang selayaknya kita tempuh di dalam mengarungi hidup berumah
tangga, yakni:

Pertama, hendaknya setiap anggota rumah tangga (suami, istri, anak-anak, dan
anggota keluarga lainnya jika berupa keluarga besar) dapat menjaga hak dan
kewajiban masing-masing secara seimbang dan penuh keikhlasan, kesabaran, dan
kesungguhan, sesuai dengan kedudukannya masing-masing di dalam keluarga.

Kedua, saling nasihat-menasihati di dalam kebenaran, kesabaran, dan
keikhlasan atas dasar kasih sayang dan dengan cara yang lembut.

Ketiga, sebagai pasutri dan anggota keluarga lainnya yang senantiasa
menghendaki rumahku adalah surgaku, keluarga yang mulia karena takwa, tinggi
derajat karena beriman dan berilmu, maka sudah seharusnya untuk senantiasa
berlomba untuk mewujudkan surga dunia dan akhirat.

Keempat, anggota keluarga yang dapat mewujudkan rumahku surgaku adalah
mereka yang senantiasa tolong menolong dan bekerja sama di dalam kebajikan
dan ketakwaan. Mereka akan senantiasa mengenyahkan keburukan, permusuhan,
dan perbuatan dosa lainnya.
Bahtera berlayar menuju cita
Senyum tersungging penuh harap
Badai menggulung menerpa
Mengantar bahtera melaju semesta
Menuju kecintaan abadi di surga
Kekasih yang dinanti nan dipuja

Sesungguhnya kebahagiaan sejati, cinta yang tulus murni, kesejahteraan yang
abadi hanyalah ada pada sisi Rabbul ‘alamin. Karena itu, selayaknya setiap
Mukmin, untuk terus berusaha meraihnya dengan modal keikhlasan dan
kesungguhannya di dalam mencontoh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.

Kebahagiaan di dunia ini, yang kebanyakan manusia menge-jarnya, sekaligus
melupakan akhirat, hanyalah akan didapatkan sementara waktu dan itulah
fatamorgana. Kebahagiaan yang menipu, sementara, sekejap, akan tetapi
berakhir dengan kesengsaraan yang berkepanjangan. Hanya mata-mata yang silau
dengan gemerlap dunia ini yang akan tertipu dengan pandangan sepintas itu.
Oleh karena itu, berhati-hati di dalam hidup di dunia ini merupakan salah
satu karakter orang-orang yang bertakwa, sehingga tidak akan tertipu oleh
gemerlapnya dunia.
Ingatlah, bahwasanya kesenangan dunia merupakan tipuan. FirmanNya :

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبُُ وَلَهْوُُ وَزِينَةٌ
وَتَفَاخُرُُ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرُُ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ
كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ
مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي اْلأَخِرَةِ عَذَابُُ شَدِيدُُ
وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللهِ وَرِضْوَانُُ وَمَاالْحَيَاةُ الدُّنْيَآ إِلاَّ
مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan
suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta
berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang
tanaman-tanamannya menga-gumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi
kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat
(nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridha-anNya. Dan
kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid:
20).

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Marilah kita akhiri khutbah yang singkat ini dengan menundukkan hati,
pikiran, dan perasaan kita, kita rendahkan diri kita serendah-rendahnya di
hadapan Rabbul ‘alamin, sambil memohon kepadaNya agar kiranya Allah
Subhanahu wa Ta’ala berkenan mengabulkan doa kita, memudahkan urusan kita di
dalam meraih cinta dan ridhaNya, menolong kita di dalam taat kepadaNya dan
mencontoh NabiNya, memberikan kekuatan kepada kita untuk mengenyahkan
kebatilan dari diri kita dan keluarga kita, serta masyarakat kita.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا
الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم
بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى
وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ
نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ
سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى
الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

( Oleh: Suroso Abd. Salam, M.pd. Dikutip dari buku : kumpulan Khutbah Jum’at
Pilihan Setahun Edisi Kedua, Jakarta. )

Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana – Semoga bermanfaat

Billahit taufiq wal hidayah
Wassalamualaikum wr.wb

“Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk duniamu, Utamakan AKHLAK, SHOLAT dan ZAKAT
untuk akhiratmu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s