IT: Tarif Harga Website Projects

Berikut ini daftar harga pembuatan website dengan joomla.

1. Installin core joomlanya ( 1 atau 2 jt )
2. Component ( 500.000/ Component )
3. Module ( 250.000 / Module )
4. template ( kalo saya suka pake template yang berbayar jadi di tambahin 500.000 )
5. Support ( Setelah di bikinin di garansi 3 bulan, setelah itu, kalo ada apa apa, harus bayar / Kasus )

Semakin banyak Component dan Module yang di pake semakin mahal. Apalagi Component atau Module nya perlu di hack untuk di sesuaikan dengan kebutuhan otomatis jadi tambah biaya. ( di sini bisa maenin harga )

Tapi intinya relatif lah. di Lihat aja kondisi dan minat yang mo bikin. semakin bonafid dan semakin minat = bisa kasih harga mahal.

semoga harga diri programmer bisa lebih baik.
jgn mau di injak” oleh client

Yang lainnya:

WORK FEE
nih ane kasi gambaran:
fresh graduate premium itu kisaran work @ daynya 100 – 150 ribu = taro lah berarti 125.000 ya.

SCOPE KERJAAN
nah sekarang ente mesti bisa pisahin itu berdasarkan scope scope kerjaan ente misalnya untuk sistem klinik kedokteran misal ya gan.

  1. modul history pasien
  2. modul billing
  3. modul nomer urut

taro lah ente bikin 3 modul dulu ya. yang semuanya butuh frontend sama backend.

PERHITUNGAN BIAYA

  1. biaya work hour
  2. biaya design dan perencanaan
  3. biaya produk
  4. biaya starter

berarti bisa kita tarik ada 3 orang yang harus kerja disini, ya kalo ente bisa kerjain semua ya bagus tapi biasanya judi di waktu.

oke biar gampang kita itung 3 orang (ini contoh ya yang tau scope kerjaan per modul kan ente sebagai PM):

  • designer kira kria ngerjain semua design dan viewnya itu 3 hari
  • database admin kira kira ngerjain model, query dll tarolah 7 hari
  • controller / programmer nyambung view sama model taro lah 5 hari

nah bisa kita tarik kesimpulan

  1. WORK DAY FEE: berarti total day pengerjaan adalah 15 hari untuk 3 sdm = 1.875.000, kalo deal di awal sudah 15 hari konsisten disitu. kalo kerjaan lu molor berarti setelah 15 hari work day fee lu ga diitung.
  2. DESIGN FEE: kisaran harga design template di template monster itu 72$ kalo unique itu bisa $3200. taro lah design kita biasa biasa aja jadi ga malu2in kalo lu lu sebutnya 1.000.000. disini tergantung skil, taste dan portfolio lu juga. bisa juga kalo lu sebut 5 juta sah sah aja asal memang segitu kemampuan lusampe sini biaya proyek 2.875.000
  3. BIAYA PRODUK: nah ini harus tau juga scope usaha lu segimana? kalo baru berdiri ga akur donk lu sebutin 1 modulnya 1Miliar wong lu ga ada pengalaman. misal sistem lu ini masuk ke low – mid project. kira kira itu 1 modul kisarannya 1 – 2 juta ambil nilai tengah 1.5juta. lu ada 3 modul berarti 4.5jt.sampe sini biaya proyek lu 7.375.000
  4. BIAYA STARTER: upload2 file setting2 dsb tergantung keribetannya kalo cuman naikin ke share hosting ga sampe 1 hari itung aja 1 hari kerja 125.000 kalo misalnya harus colo server sendiri, setting server dll ya ga mungkin lu sebutin 125.000 minimal 2 jutalah.

TOTAL biaya proyek lu 7.500.000

berarti lu deal diangka segitu kalaupun proses tawar menawar berlangsung beri alasan ke dia berupa diskon jangan diutak atik lagi itungan lu yang itu karena terlihat ga professional.

good luck buat TS : ‘) masalah maintenance nanti menyusul ya.

*o iya ini untuk project “taylor made” ya.. bikin semuanya dari awal.. kalo untuk blog blog adsense atau site alakadarnya mah ga kepake gini2an.. tembak aja harga langsung 3 juta kelar hhehehe..—

Yang Lainnya:

Saya akan memulai kumpulan posting baru dgn prefix “Curhat Proyek”. Posting ini berkenan dgn pengalaman saya menghadapi problem technical dan non-technical di dunia Independent Software Vendor / software house kecil. Semoga bermanfaat bagi mereka yg nantinya berniat terjun menjadi entrepreneur software juga…Posting pertama adalah tentang Nilai Proyek. Posting ini di-dedikasikan untuk brothers-brothers saya yg kadang menelpon minta pendapat “ngasih harga proyek”…Mungkin ketika kita masih mahasiswa dan bekerja freelance, kita “seenaknya” memberi harga:
“Berapa Z, kira-kira fee-nya?”
“Yah, standar lah Pak… kira-kira 2 juta selesai 1 bulan”
“Woow, mahal banget…. kamu kan masih mahasiswa, kasih harga mahasiswa donk. Gimana kalo 1 juta aja?
“Hmm, ya deh boleh…”

Kenapa Anda bisa “ngalah” nego? Mungkin karena Anda masih di-supply oleh uang kiriman orangtua ketika mahasiswa, jadi tidak peduli betul dgn harga yg Anda berikan. Tapi Anda butuh uang extra untuk ditabung, atau untuk membeli sesuatu (graphics card terbaru, external hard disk 1TB, dsb.)

Namun, sikap seperti ini tidak bisa lagi diterapkan jika Anda menjalankan bisnis software development.

Sebagai Pimpinan perusahaan, Anda akan dituntut untuk:

* mendapatkan untung dari bisnis, bukan “tekor” atau loss yg menyebabkan awal keruntuhan bisnis Anda. Kalau tidak ada untung (terlalu sering memberikan diskon), lebih baik Anda menjadi karyawan saja, karena buat apa berbisnis jika tidak ada untungnya?
* menghidupi diri sendiri (mengambil gaji untuk sendiri) dan menghidupi orang lain (menggaji karyawan).

Formula Nilai Proyek pada umumnya adalah:
Formula Nilai Proyek pada umumnya adalah:

Project Fee = Cost + Profit + Tax

Contoh:
Anda mendapatkan proyek yang harus selesai dalam waktu 3 bulan. Karena 3 bulan deadline inilah, Anda butuh:
– 2 orang Programmer (coding, coding, coding);
– 1 orang Supervisor Developer (give instruction, code inspection, code);
– 1 orang Lead Developer (Anda sendiri, translate bisnis process menjadi software flow, high-level architecture) dan
– 1 orang Designer (create button images, Expression Blend artist).

Menghitung cost per orang secara lebih detail akan dibahas di post lainnya. Untuk saat ini, asumsinya adalah orang-orang diatas adalah dedicated resources, sehingga mereka hanya mengerjakan proyek ini, sehingga tiap bulan gaji mereka adalah gaji dari proyek ini.

Pertama-tama, buatlah tabel cost salary untuk orang-orang diatas:

Sebagai warga negara yg baik, Anda harus taat pajak. Untuk kasus diatas, ini diambil dari model freelance. Untuk “Pegawai Honorarium atau Imbalan Lainnya” (Freelancer), tarif PPh 21 nya adalah Pasal 17, UU No. 17 (http://pajak.go.id/index.php?option=…gkp=oyes&idp=2) , yaitu untuk penghasilan sampai dengan 25jt, tarifnya adalah 5%.

Sehingga dgn memasukkan unsur pajak ke cost, Anda memberikan “gaji bersih” kepada developer/designer Anda.

Diatas juga ada item Electricity dan Internet. Lima (5) Komputer/laptop akan menyala selama 3 bulan, dari jam 09.00 – 17.00, bahkan terkadang sampai malam. Apakah Anda akan membayar listrik dari gaji Anda sendiri? Ya, jika Anda masih dalam mindset karyawan. Tapi ini bisnis, pisahkan antara uang perusahaan, cost perusahaan dan uang pribadi/keluarga Anda dan cost pribadi/keluarga.

Jangan gunakan uang perusahaan dari Profit untuk membeli susu anak, membayar listrik rumah, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Untuk semua itu, gunakan uang Anda dari gaji yg diterima perusahaan (gaji Lead Developer dalam contoh diatas).

Ok, sekarang menghitung Profit dan Total Cost+Profit untuk 3 bulan (lamanya estimasi proyek ini):

Cost per month diambil dari kolom Subtotal + Tax, karena Anda ingin karyawan Anda menerima gaji bersih bukan?

Profit… ini masalah sangat personal, karena tergantung Anda ingin berapa besar mengambil untung. Menurut filosofi saya:
– 30% adalah angka ideal (client mampu dan besar).
– 25% adalah angka tengah (client minta harga diturunkan).
– 20% adalah angka minimum (client adalah teman/keluarga, jangan turun dibawah ini, ingat bisnis Anda harus untung).

Selanjutnya, apakah dalam proyek ini Anda membutuhkan 3rd Party Component? Misal Aspose untuk membaca Word dokumen tanpa menginstall Microsoft Word? Jika ya, masukkan sebagai komponen terakhir dan kalkulasikan totalnya:

Selanjutnya, ini adalah hal terpenting dalam bisnis software development. Client Anda sebagai Pengusaha Kena Pajak wajib memotong Tarif Pajak PPh Pasal 23. Lihat http://www.pajak.go.id/lampiran/07PJ_PER70.htm, untuk “Jasa sehubungan dengan software komputer, termasuk perawatan, pemeliharaan dan perbaikan” dikenakan tarif 30% x 15% atau 4.5% dari total bruto sebelum PPN.

Tarif pajak ini wajib Anda masuki, karena pajak ini dipungut oleh divisi Finance Client Anda, jadi pasti dipotong dari total invoice yg Anda keluarkan:

Nah, sekarang masukkanlah angka Rp 94.441.875 (Sembilan Puluh Empat Juta Empat Ratus Empat Puluh Satu Delapan Ratus Tujuh Puluh Lima Rupiah) dalam Proposal Proyek Anda

Ok, biasanya, Client akan menawar. Maka opsinya adalah:

* turunkan Profit Margin Anda.
* bilang kepada karyawan Anda bahwa gaji “3 juta belum termasuk pajak loh”… jadi Anda akan menghitung Total Cost tanpa Pajak PPh 21.

Yang terpenting, jangan pernah mengikuti angka Client Anda. Ingat, Anda punya formula sendiri untuk menghidupi bisnis Anda dan para karyawannya. Mereka pun sama. Jika angkanya tidak ketemu, mungkin scope project harus diturunkan lagi. Atau saatnya Anda mundur dari proyek ini dan memberikan kepada mereka yg lebih berani (yg meng-outsource proyek ini ke programmer yg mau digaji dibawah Rp 1 jt)

Jika Anda melakukan dealing dgn IT Manager yg merupakan teman Anda… teman dekat sampai saling memanggil dgn prefix, “Brother…” atau “Bro.”, maka Anda bisa melakukan konversasi seperti berikut: (tapi jangan kalo Anda tidak kenal dekat, nanti malah tersinggung dan nggak dapat proyek lagi hehe)

“Bro… 94 juta mahal banget… gw nggak bisa segitu bro…”
“Bro… look into my eyes. Saya tidak tega memberi gaji programmer saya dibawah Rp 3jt. Mereka bukanlah buruh kasar, tapi tenaga professional yang harus dibayar sewajarnya…”

“Bro… ok gw ngerti tentang filosofi gaji programmer elo… tapi tetap aja angkanya ketinggian”
“Bro… ente kan minta 3 bulan kelar… makanya ane ambil 4 developer (termasuk ane) + 1 designer. Kalo angkanya ketinggian, gini aja deh… ane turunin jadi 3 developer (termasuk ane) + 1 designer. Tapi scope projectnya harus diturunin yaa…”

“Bro… walaupun scope-nya diturunin, koq angkanya masih tinggi sih? Perusahaan ane nggak bisa bayar setinggi itu…”
“Bro… ente IT Manager dgn gaji 8jt / bulan. Ente punya 3 anak buah dgn gaji 3jt / bulan. Sebulan, perusahaan ente punya cost 17jt belum termasuk pajak dan biaya reimbursement. Tiga bulan, perusahaan ente rela ngeluarin 51 juta untuk cost tim IT ente. Nah, cost tim ane dgn cost tim ente cuman beda X juta aja. Itu ane ambil pertama buat buffer kalo proyek nya molor lebih dari 3 bulan. Kedua, itu untuk untung/profit bisnis ane. Bedanya ente punya jaminan kerja dan gaji tetap. Bedanya ane, kalo nggak ada proyek ga dapet gaji. Jadi ane harus untung biar ane ga bangkrut di masa-masa sepi order.”
“Hehe… ente bisa aja jelasinnya… ok deh bro, nanti ane bilangin ke user dan atasan kalo ini harga final ente.”

Jika setelah konversasi semacam diatas, nilai proyek Anda tetap minta diturunin maka kemungkinannya dua:
1. Client ingin proyek extravagant yg costly dan harus cepat selesai, tapi minta semurah mungkin. Ini bad business. Walk away from projects like these because the chance of failure is bigger.

2. Contact Anda tidak rela melihat Anda mendapatkan transferan 90 juta rupiah tanpa dia tidak mendapat sepeser pun. Ini kembali kepada moral Anda, apakah akan memberikan dia bagian dari proyek… ataukah Anda akan walk away?

Berikut Excel sheet untuk kalkulasi proyek diatas, silakan customize sesuai dgn proyek dan organisasi Anda

http://dw8zra.bay.livefilestore.com/…e.xls?download

sumber :
http://geeks.netindonesia.net/blogs/zeddy/

source: websiteklinik @ http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3361651delpierrol @ http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3295674h0k4g3 @ http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1277928

2 thoughts on “IT: Tarif Harga Website Projects

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s