Cara Mencari Arah Kiblat (it’s more than just using a compass)

Kompas, Rabu, 28 Oktober 2009 | 03:34 WIBYuni Ikawati
Arah
kiblat menjadi prasyarat menjalankan ibadah shalat. Di mana pun umat
Islam menjalankan ritual keagamaan itu, mereka harus berkiblat ke Kabah
di Mekkah. Penentuan arah kiblat tentu tak masalah bagi mereka yang
berada di dekat Kabah. Bagaimana memastikannya jika berada jauh dari
tempat suci itu?
Beberapa waktu lalu di
internet muncul tulisan Usep Fathudin, mantan Staf Khusus Menteri
Agama, yang mengungkap beragam arah kiblat masjid-masjid di Jakarta.
Kesahihan kiblat suatu masjid, menurutnya, perlu dicapai sebelum masjid
dibangun. Hal itu karena pergeseran 1 sentimeter saja bisa berarti 100
kilometer penyimpangan jaraknya.
Meskipun begitu, menurutnya,
akurasi arah kiblat 100 persen memang tidak diwajibkan dalam shalat,
seperti tersebut dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 144, yang
memerintahkan untuk shalat ke arah kiblat. ”Kata-kata ’ke arah’
ditafsirkan sebagai usaha maksimal mengarahkan shalat kita ke Kabah di
Mekkah,” urainya.
Walaupun begitu, upaya untuk mendekati
ketepatan arah ke kiblat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Usep
menyebutkan, penentuan arah kiblat Masjid Al Mukhlishun di Griya Depok
Asri, Depok Tengah, yang berdiri tahun 2001, menggunakan suatu kompas
kecil berbahasa Inggris, dengan tulisan Latin dan Arab.
Pada alat
penunjuk arah itu tertulis bahwa untuk Jakarta dan sebagian besar kota
di Indonesia, arah utara jarum kompas harus menunjuk angka 9 sebagai
arah kiblat.
Kenyataannya, survei arah kiblat yang dilakukannya
di berbagai masjid besar di Jakarta memperlihatkan, kompas yang
digunakannya menunjuk arah yang berbeda-beda di tiap tempat ibadah itu,
berkisar dari 7,5, hingga 9.
Penentuan arah kiblat yang dipakai
umumnya mengacu pada arah utara geografis sebenarnya, yang memakai arah
kompas atau jarum magnetik yang disebut ”pencari arah Kabah”. Arah
jarum magnetik di kompas mengarah berdasarkan kutub magnetik Bumi di
kutub utara.
Ternyata arah utara magnetik Bumi itu berbeda di
tiap kota dari waktu ke waktu. Hal ini dipengaruhi oleh rotasi Bumi.
Penelitian menunjukkan arah utara magnetik terus bergeser sekitar 4,8
kilometer per tahun. Pada tahun 2005 pergeserannya mencapai 800
kilometer dari kutub utara sebenarnya. Pada 2050 diperkirakan utara
magnetik Bumi mendekati Siberia.
Qibla Locator
Penggunaan
kompas sebagai penunjuk arah kiblat belakangan memang dianggap kurang
akurat. Belakangan diperkenalkan peranti lunak Qibla Locator yang
termuat dalam situs web http://www.qiblalocator.com.
Qibla
Locator atau penunjuk arah kiblat antara lain dirancang oleh Ibn Mas’ud
dengan menggunakan peranti lunak aplikasi Google Maps API v2, sejak
tahun 2006. Pengembangan tampilan dan aplikasinya kemudian melibatkan
Hamed Zarrabi Zadeh dari Universitas Waterloo di Ontario, Kanada.
Pada
Qibla Locator versi Beta seri 0.8.7 itu dilengkapi dengan geocoding
dari Yahoo, pengontrol arah pada citra peta, dan indikator tingkat
pembesaran. Hingga September 2007 dihasilkan empat versi Beta dengan
beberapa aplikasi tambahan, Geocoder, dan tampilan jarak.
Dengan
Qibla Locator yang berbasis Google Earth ini dapat diketahui arah
kiblat dari mana pun kita berada. Untuk mengetahuinya, di bagian atas
situs itu ada kotak untuk memasukkan lokasi, alamat atau nama jalan,
kode pos, dan negara atau garis lintang dan garis bujur.
Maka di
sisi kanan gambar peta akan muncul besaran arah kiblat atau kabah dan
jaraknya dari posisi lokasi yang kita masukkan. Peranti lunak ini,
menurut Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan
Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sangat
membantu guna mengecek arah kiblat secara akurat. ”Ini bisa untuk
koreksi massal masjid-masjid di Indonesia,” katanya.
Bayangan matahari
Thomas,
pakar astronomi dan astrofisika, mengemukakan bahwa ada penentuan arah
kiblat yang menggunakan bayangan Matahari. Sekitar tanggal 26-30 Mei
pukul 16.18 WIB dan 13-17 Juli pukul 16.27 WIB Matahari tepat berada di
atas kota Mekkah.
Pada saat itu Matahari yang
tampak dari semua penjuru Bumi dapat dijadikan penunjuk lokasi Kabah.
Begitu pula bayangan benda tegak pada waktu itu juga dapat menjadi
menentu arah ke kiblat.
Selain itu untuk daerah yang tidak
mengalami siang, sama dengan Mekkah, waktu yang digunakan adalah saat
Matahari di atas titik yang diametral dengan Mekkah. Waktu yang dapat
dijadikan patokan penunjuk kiblat untuk wilayah tersebut adalah
Matahari pada tanggal 12 hingga 16 Januari pukul 04.30 WIB dan 27
November hingga 1 Desember pukul 04.09 WIB.
Cara ini menurutnya
paling mudah untuk mengoreksi arah kiblat, termasuk untuk garis saf di
dalam masjid. Begitu mudah sehingga orang awam pun dapat melakukannya.

Dari http://www.qiblalocator.com/:

Rumahku:

qiblat_rumah_cibinong

One thought on “Cara Mencari Arah Kiblat (it’s more than just using a compass)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s